Lampung Jazz Festival 2016 Tebar Pesan Perdamaian bagi Indonesia

  • Bagikan

“Mereka umumnya berharap bisa tampil di even seperti ini,” katanya.

Gilang Ramadhan mendoakan Lampung Jazz Festival dapat menjadi agenda Lampung.

“Ke depan, musisi-musisi dunia diharapkan bisa tampil di sini,” ujarnya.

Penampilan pemusik tradisi Lampung dalam LJF 2016.
Penampilan pemusik tradisi Lampung dalam LJF 2016.

Malam sebelumnya, Harry Toledo yang dijuluki “Setan Bas Indonesia” bersama grup band menjadi pemungkas kerinduan masyarakat Lampung pada pertunjukan musik jazz selama ini. Harry Toledo adalah presiden Indonesia Bass Family (IBF).

Selain ketiga grup tersebut, Lampung Jazz Festival 2016 menghadirkan Yohanes Gondo, Ettawa Jazz Club (Yogya), AbsurdNation (Semarang), C&F (Kalbar), Harmoni Feat Inka, Grupie, Rhytmen Pertiwi, GRSB, Bobby Blues, Purwacaraka Band, Mas Bagas & Friends, Risky Project, Restu & Friend, KM 11 Feat Robby “Fungky Kopral”, dan NeNeMo, Alfatah Band dan MLD Jazz Project.

Gubernur Lampung Ridho Ficardho mengatakan mudah-mudahan Lampung Jazz Festival dapat berkelanjutan. Ada masukan, katanya, suatu saat, acara diadakan di pantai. ” Kita punya pantainya,” ujar Gubernur.

Semua grup mengucapkan terimakasih kepada panitia, utamanya Gubernur Ridho Ficardo, karrna telah diberikan kesempatan tampil pada Lampung Jazz Festival 2016. Mereka salut pada apresiasi Gubernur Ridho Ficardo memberikan ruang pada musik jazz.

Bravo buat panitia Lampung Jazz Festival 2016.

* Penikmat Jazz, tinggal di Bandarlampung

  • Bagikan