Beranda Teras Berita Lampung Police Watch: Polisi Harus Tindak Tegas Penimbun BBM Ilegal

Lampung Police Watch: Polisi Harus Tindak Tegas Penimbun BBM Ilegal

525
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com 


BANDARLAMPUNG– Ketua Lampung Police Watch (LPW),  M.D. Rizani, meminta polisi bertindak tegas dalam menangani kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.  Jika ada indikasi aparat terlibat dalam tersebut, kata Rizani, polisi harus berani mengungkapnya.

“Polisi harus memproses para pelaku penimbunan BBM ilegal tersebut sesuai dengan hukum yang berlalu tanpa tebang pilih. Jika terbukti ada aparat yang membeking dan bahkan bermain melakukan penimbunan BBM. Polisi tidak boleh tinggal diam kan bisa melakukan koordinasi dengan atasanya,”kata M. Rizani kepada Teraslampung.com, Rabu (20/8).

M. Rizani menilai polisi di Provinsi Lampung selama ini belum bisa menangkap para mafia penimbunan BBM ilegal bersubsidi yang merupakan hak bagi masyarakat kecil. ”Seharusnya sebagai pelindung dan penegak hukum polisi semestinya bisa menangkap dan memproses para pelak. Jangan pengecor bensin kelas teri saja yang diproses hukum,” kata dia.

Terpisah, Ketua Hiswana Migas Lampung, Toto Herwantoko, mengatakan terkait penggerebegkan sebuah gudang penimbunan minyak mentah yang di lakukan aparat penegak hukum di daerah Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandarlampung, pada Selasa (19/8) 2014 lalu. Baca: Lagi, Polisi Sita 36 Ribu Liter BBM Ilegal di Telukbetung

Pihaknya berharap kepada seluruh aparat penegak hukum untuk melakukman tindakan tegas terhadap para mafia yang melakukan penimbunan dan penyimpangan BBM, termasuk minyak mentah yang sudah di pastikan ilegal, karena hanya negara yang bisa mengolah minyak mentah tersebut menjadi minyak matang.

Menurut Toto Pengolah minyak mentah menjadi minyak matang, harus melalui proses di luar negeri. Oleh karena itu pihaknya sangat mengapresiasi tindakan yang di lakukan aparat penegak hukum yang berhasil mengamankan puluhan ribu liter minyak mentah dari para mafia yang diduga terorganisasi.

Kalau BBM itu ilegal, dkata Toto, ipastikan pelakunya  hanya memperkaya diri sendiri atau menguntungkan sekelompok orang saja dengan cara melakukan spekulasi menggelapkan dan menimbun BBM tersebut, tanpa memikirkan bahwa akibat perbuatannya itu akan berdampak menyengsarakan masyarakat kecil karena langkanya BBM.

“Polisi harus bertindak tegas.Apalagi sekarang, ada pembatasan pengadaan BBM bersubsidi di daerah, yang secara otomatis berdampak, selain langkanya BBM bersubsidi juga akan berdampak pada pengurangan pegawai Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU).

“Jelasnya di Lampung tidak ada tempat pengolahan minyak mentah, oleh sebab itu di pastikan minyak mentah itu ilegal, dan dalam hal ini pihaknya berharap kepada penegak hukum untuk bisa mengungkap atau mengusut tuntas hingga keakarnya dan memberikan sanksi yang berat kepada para mafia BBM tersebut, agar mereka jera dan berpikir seribu kali untuk mengulangi perbuatannya.” kata pengusaha BBM yang juga politikus Partai Demokrat Lampung itu, Rabu (20/8).

Loading...