Beranda Kolom Sepak Pojok Lampung Sedang Banjir Durian, Duku, Manggis, OTT…

Lampung Sedang Banjir Durian, Duku, Manggis, OTT…

300
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Awal tahun 2019 benar-benar menjadi berkah bagi warga Lampung. Provinsi yang sering disebut sebagai “Jawa Utara” dan menjadi gerbang Pulau Sumatera ini baru saja diguncang musibah tsunami Selat Sunda pada akhir 2018 lalu. Duka belum tuntas, banyak pengungsi yang masih menghuni tenda pengungsian, tetapi muncul hiburan baru: musim buah tiba hampir bersamaan.

BACA: OTT di Lampung: KPK Ciduk 8 Orang di Bandarlampung, Lamteng, dan Mesuji

Awal 2019 Lampung pun menjadi banjir durian, duku, dan manggis. Juga buah naga. Harga buah durian yang biasanya mencapai Rp 15 ribu hingga ratusan ribu perak untuk kualitas bagus, kini hanya dijual Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Uang Rp 50 ribu sudah bisa untuk membeli tiga durian bagus.

Sejumlah trotoar jalan di Kota Bandarlampung kini berubah menjadi arena memamerkan durian dan duku dagangan. Penghobi durian bisa berpesta pora, bahkan ada yang hingga mabuk karena tanpa kontrol. Masyarakat kecil yang tidak pernah menanam duku pun bisa menikmati duku dengan harga murah meriah.

“Lampung banjir durian!” pekik Mang Rojiki,saat nyanggong di Warung Mbak Caca Marica Hehe pagi ini.

“Juga banjir duku dan manggis!” timpal Mat Rujak’i.

“…juga banjir otete (OTT, operasi tangkap tangan) KPK!” Bang Godres tak mau kalah.

Mang Rojiki, Mat Rujak’i, dan Bang Godres pun kemudian asyik dengan gadgetntya masing-masing. Mereka asyik berselancar mencari berita di media online tentang OTT yang dilakukan KPK semalam hingga Kamis dini hari.

“Nah, ini baru awal tahun yang hot! Lampung juara!” kata Bang Godres. “Tahun baru dimulai, tetapi sudah banyak orang yang ditangkap KPK di Lampung. KPK telat!  Harusnya dari dulu seperti ini….”

“Itu kan maumu… Maunya Gareng lain lagi,” Mbak Caca menimpali, sambil menyodorkan segelas kopi pahit untuk Bang Godres.

“Bisa-bisa kepala daerah dan pengusaha di Lampung habis nih diringkus KPK….” ujar Mang Rojiki sambil menyeruput kopi.

“Itu lebih bagus!” sela Bang Godres,”sampah memang harus diangkut dan dibuang!”

“Hust! Kalau ngomong jangan sembarangan! Jangan samakan pejabat dan pengusaha yang kena OTT itu sampah. Para pejabat itu dipilih oleh rakyat. Tentu mereka bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang beriman…” kata Mbak Caca Marica Hehe.

“Ho oh, hargai azas praduga tak bersalah. Sebelum mereka terbukti korupsi, jangan simpulkan bahwa mereka pasti bersalah dan layak disebut koruptor. Apalagi sampah,” Mat Rujak’i menyela.

“Oke deh saya sabar…. Kita semua harus sabar menunggu hasil akhir musim banjir buah dan OTT tahun ini. Semoga para petani dan pedagang buah durian, durian, dan manggis makin makmur,” kata Bang Godres.

“Semoga KPK tetap gigih membikin banjir OTT…” Mang Rojiki menimpali.

“Amiiiiiiiiin….” Mbak Caca, Bang Godres, dan Mat Rujak’i koor tanda setuju.

 

Loading...