Lampung Tengah Tingkatkan Pembangunan SDM

  • Bagikan
Bupati Lampung Tengah Drs.A. Pairin memberi wejangan para taruna SMKN 2 Terbanggi Besar
PEMBANGUNAN  yang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus diarahkan pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di harapkan memberikan dampak
yang positif, terutama berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan
penduduk.
Memang
tidaklah mudah bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk mencapai
keberhasilan pembangan SDM tersebut secara ideal. Karena, tantangannya selain
jumlah penduduk yang cukup besar juga memiliki wilayah geografis yang sangat luas.
Data
sensus 2012 menyebutkan jumlah penduduk Lampung Tengah mencapai 1.194.945 jiwa.
Terdiri dari 610.849 jiwa penduduk laki-laki dan 584.096 jiwa penduduk
perempuan, dengan sex ratio sebesar 104,6 atau 100 penduduk perempuan terdapat
105 penduduk laki-laki. Sedangkan luas wilayah kabupaten ini mencapai 4.789,82 Km
terdiri dari 28 kecamatan dan 307 kampung/kelurahan.
Seberapa
besar dampak peningkatan pembangunan di daerah ini, tentunya dapat dilihat dari
peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai pada setiap tahunnya.
 Karena IPM atau Human Development Index
(HDI), akan memberikan suatu gambaran yang lebih lengkap mengenai pembangunan
suatu daerah, dibanding indokator-indikator lain. IPM akan mengilustrasikan
gambaran yang penting dari implementasi pembangunan.
Walaupuan
secara peringkat nilai IPM Kabupaten Lampung Tengah tahun 2012 tidak mengalami
peningkatan, tetap pada peringkat lima setelah Kota Metro, Bandarlampung,
serta  Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus,
namun nilai IPM yang dicapai dalam tiga tahun terakhir terus mengalami
peningkatan.
IPM
Kabupaten Lampung Tengah termasuk dalam klasifikasi sedang, tahun 2010 IPM Lamteng
hanya 70,74,  meningkat pada tahun 2011
mencapai 71,29 dan tahun 2012 sebesar 71,81. IPM merupakan suatu indeks
komposit, yang mencakup tiga  bidang
pembangunan manusia yang mendasar yakni terkait dengan kelangsungan  hidup, pengetahuan, dan standar hidup atau
daya beli.  
Keberhasilan
pembangunan juga ditandai dengan meningkatnya pengetahuan penduduk yang
bermuara pada kualitas SDM. Dengan pencapaian dua faktor tersebut, akan
berdampak kepada peningkatan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan
kualitas hidup dalam arti hidup layak.
Tahun
2010, indeks kelangsungan hidup penduduk Lampung Tengah sebesar 73,75,
meningkat pada tahun 2011 dan 2012 masing-masing sebesar 74,13 dan 74,53.
Begitu juga pada indeks pengetahuan tahun 2010 sebesar 78,48 lalu tahun 2011
78,95 dan kenaikan juga terjadi tahun 2012 yakni sebesar 79,40.  Pada sisi indeks standar hidup atau daya beli,
 tahun 2010 hanya sebesar 59,99 dan
meningkat pada tahun 2011 sebesar 60,79 dan 61,50 pada tahun 2012. 
 
IPM
menjadi suatu ukuran gabungan tiga demensi tentang pembangunan manusia,
yakni  panjang umur dan menjalani hidup
sehat yang diukur dari usia harapan hidup, terdidik diukur dari tingkat
kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar, lanjutan
dan tinggi.  Lalu memiliki standar hidup
yang layak  yang diukur dari paritas daya
beli dan penghasilan.
Angka
usia harapan hidup di Lampung Tengah tahun 2013 sebesar 69,72 tahun, capaian
ini memposisikan Lampung Tengah pada peringkat keenam terbesar di Provinsi
Lampung setelah Kota Metro (72,98), Kota Bandarlampung (71,61), Kabupaten
Lampung Timur 70,74), Kabupaten Tanggamus (70,51) dan Way Kanan (69,96).  
Untuk
itu,  pembangunan sektor kesehatan
merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas SDM, dan dipercaya sebagai
penyebab langsung maupun tidak langsung keberhasilan pembangunan bidang-bidang
lain. Angka kesakitan penduduk Lampung Tengah turun dari 41,7 persen tahun 2011
menjadi 34,8 pada tahun 2012.
Indikator
lain, peran masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Kelahiran yang ditolong tenaga
kesehatan tahun 2012 turun dibanding tahun 2011 yakni dari 89,0 persen  tahun 2011 menjadi 88,3 persen di tahun 2012.
Para siswa SMKN 2 Terbanggibesar
Sedang
angka melek huruf (AHM) penduduk dewasa di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2012
mencapai 93,74 persen. Angka ini menunjukkan besaran persentase penduduk
berumur 15 tahun keatas yang dapat membaca 
dan menulis. Sedangkan penduduk berumur 15-64 tahun mencapai 66,1 persen.
Memang
bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung, maka
terlihat bahwa angka melek huruf 
penduduk dewasa di Lamteng berada di posisi ke 12. Posisi tersebut dapat
dikatakan wajar, karena jumlah penduduk 
Lampung Tengah lebih besar dibanding jumlah penduduk kabupaten lain.
Selain
AMH, lama sekolah juga menjadi indikator penghitungan IPM suatu daerah.
Populasi yang digunakan dalam menghitung rata-rata lama sekolah adalah penduduk
yang berusia 15 tahun keatas. Rata-rata lama sekolah penduduk Lamteng tahun
2012 sebesar 7,60 tahun, angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan
rata-rata lama sekolah tahun 2011 sebesar 7,41 tahun.
Bila
dikonversikan dengan jenjang pendidikan, maka secara rata-rata dapat dikatakan
penduduk Lampung Tengah sudah menduduki kelas 1 SMP.  Rata-rata lama sekolah tertinggi terdapat di
Kota Bandarlampung (10,30) dan Metro (10,15) sedang terendah terdapat di
Kabupaten Way Kanan (7,33) dan Mesuji (6,39).
Sedang
gambaran tentang upaya pemberdayaan penduduk dalam meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan, dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk, yakni
angka pertisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM). APK maupun APM
di Lamteng terjadi peningkatan. Tahun 2011 APK tingkat SD/MI sebesar 103,55
persen, tahun 2012 meningkat 105,64 persen,  SLTP dan MTs tahun 2011 sebesar 86,94, tahun
2012 mencapai 97,36 persen dan tingkat SLTA/MA dan SMK tahun 2011 sebesar 55,39
tahun 2012 naik sebesar 64,66 persen.
Penurunan
APM terjadi pada tingkat pendidikan SD /sederajat, sebaliknya APM tingkat
SLTP/MTs sederaja dan SLTA/SMK /sederajat terjadi kenaikan. Dilihat APM tingkat
SD/MI tahun 2011 tingkat SD/MI mencapai 94,71 persen, sedikit menurun ditahun
2012 menjadi 93,05 persen, sedang APM SLTP/MTs tahun 2011 sebesar 65,10 persen,
naik tahun 2012 menjadi 78,62 persen, dan tingkat SLTA/MA/SMK tahun 2011 45,59
persen naik menjadi 48,74 persen pada tahun 2012.
Selain
usia harapan hidup dan pengetahuan, maka unsur dasar pembangunan manusia yang
diakui adalah standar hidup layak. Untuk mengukur daya beli penduduk suatu
daerah, menggunakan konsumsi perkapita riil, yang telah di sesuaikan untuk
keperluan yang sama. Oleh karena itu dengan pendapatan sama belum tentu
mempunyai paritas daya beli yang sama bila tempat tinggalnya di wilayah yang
berbeda.
Besarnya
pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan di Kabupaten Lampung Tengah tahun
2012 sebesar Rp626.140. Sedang pengeluaran riil perkapita di 14 kabupaten/kota di
Lampung berkisar antara Rp602.260 di Kabupaten Mesuji dan Rp638.040 di Kota
Bandarlampung. Kondisi kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah berdasarkan
beberapa indikator mengalami perbaikan yang cukup signifikan.
Selain
ditunjukkan dengan kenaikan harapan hidup dan kualitas pendidikan, juga
ditandai dengan kondisi tempat tinggal atau rumah. Tempat tinggal dapat
dijadikan sebagai gambaran mengenai kondisi sosial ekonomi, termasuk semakin
baik pula kondisi kesehatan penghuninya.
Semakin
baiknya kondisi tempat tinggal penduduk Lampung Tengah, memberikan gambaran
bila pembangunan di kabupaten  ini mampu meningkatkan kesejahteran penduduk.  Hal
ini  ditandai dengan makin meningkatnya berbagai fasilitas atau kebutuhan
rumah  seperti penerangan listrik, air
bersih, dan jenis lantai terluas.

Keberhasilan
pembangunan manusia akan terus meningkat IPM di tahun 2013 bisa diprediksi akan
naik menjadi 72, dan tahun 2014 bisa menjadi 72, 75. Prediksi itu tentunya dapat
dicapai bila semakin ditingkatkannya partisipasi masyarakat pada pembangunan
daerah. (adv/teras/supri)

  • Bagikan