Beranda Ruwa Jurai Lampung Timur Lampung Timur Termasuk Zona Hijau Covid-19, Ini yang Dilakukan Bupati Zaiful Bokhari

Lampung Timur Termasuk Zona Hijau Covid-19, Ini yang Dilakukan Bupati Zaiful Bokhari

1000
BERBAGI
Bupati Lampung Timur, Zaifiul Bokhari
Bupati Lampung Timur, Zaifiul Bokhari

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TIMUR–Kabupaten Lampung Timur atau menjadi salah dua dari 102 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yang terbebas dari penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Untuk menjadi Kabupaten Zona hijau dari Covid-19, berbagai macam upaya dilakukan Kabupaten yang beribukota di Sukadana ini. Mulai menjaga perbatasan pada 11 titik dengan mendirikan posko penanganan Covid-19 hingga selalu memberikan imbauan kepada masyarakat di tempat-tempat fasilitas umum.

Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, saat dikonfirmasi mengatakan, Kabupaten Lampung Timur hingga sampai saat ini, masuk dalam 102 Kabupaten/Kota di provinsi Lampung yang tidak terdampak dari penyebaran Covid-19.

“Berbagai macam upaya yang kami lakukan dari jajaran Pekab Lampung Timur sampai ke tingkat Kecamatan hingga Desa. Kami bersama fokorpimda yakni Polres, Kodim dan DPRD beserta Kejari, memang sudah merencanakan dari awal mengenai kenario-skenario dalam penanganan wabah pandemi covid-19,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 tersebut, maka perlu dilakukan penjagaan di beberapa titik perbatasan diperketat.

“Jadi kita memperketat kedatangan saudara-saudara kita yang berasal dari luar Lampung Timur, dan kita juga membuat posko. Ada 11 posko yang dibuat khusunya di perbatasan. Semua yang masuk Lampung Timur, kita data ketat dari asal mana dan tujuannya apa. Lalu diukur suhu tubuhnya dan lainnya sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Tidak hanya orang saja yang dilakukan pemeriksaan dan pendataan, kata Saiful, termasuk kendaraan yang akan masuk pun dilakukan penyemprotan desinfektan.

“Kami juga dari aparatur kecamatan hingga tingkat desa, mensiasati kalau di desa ini adalah tujuan akhir yang berdatangan ke Lampung Timur,”tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah menyediakan tempat karantina. Maka bagi siapapun yang datang, wajib dilakukan karantina selama 18 hari di desa dengan biayanya ditanggung oleh desa dengan Dana Desa (DD).

“Itulah upaya-upaya yang kami lakukan, sehingga sampai saat ini Kabupaten Lampung Timur termasuk wilayah dari 102 Kabupaten/Kota di Lampung yang tidak terdampak Covid-19,” bebernya.

Ternyata upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut tiak berhenti sampai disitu saja, kata Saiful, pihaknya tetap terus berupaya memberikan imbauan-imbauan agar Covid-19 tidak terjangkit di Kabupaten Bumei Tuwah Bepadan ini.

“Tidak hanya imbauan, tapi juga koordinasi yang kuat baik dari jajaran tingkat kecamatan, desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak terkait. Kita berupaya keras supaya di desa untuk dilakukan penjagaan, sehingga masyarakat yang hilir mudik keluar wilayah terpantau. Selain itu juga, memang kita himbau agar warga untuk tetap tinggal di rumah,” terangnya.

Dia menambahkan, bagi warga yang ingin keluar rumah untuk membeli kebutuhan-kebutuhan, harus menggunakan masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

“Ketika mereka kembali ke rumah, maka harus melepaskan pakaian yang dikenakan untuk dicuci. Ini adalah salah satu langkah yang kita lakukan dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”imbuhnya.

Upaya-upaya lain yang dilakukan Pemerintah Lampung Timur ditengah pandemi Covid-19, yakni dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terkait pangan kepada 82.123 kepala keluarga (KK).

“Kita juga bantu pangan berupa beras dan lauk pauk, sehingga dapat meringankan dampak yang dialami masyarakat,”tuturnya.

Selanjutnya di sejumlah fasilitas umum seperti di pasar, petugas selalu memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Karena di Lampung Timur ini memiliki 8 pasar daerah dan 51 pasar desa, kita imbau keliling agar pembeli selalu menjaga jarak dan menggunakan masker. Setelah mereka melakukan transaksi, juga diwajibkan untuk mencuci tangan. Setelah tutup, pasar juga disemprot desinfektan. Hal ini dilakukan setiap harinya, agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Loading...