Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Lampung Utara Terancam tidak Dapatkan Program Pansimas Kementerian PUPR

Lampung Utara Terancam tidak Dapatkan Program Pansimas Kementerian PUPR

187
BERBAGI
Persiapan penandatanganan MoU Program Pansimas di Lampung Utara, Senin (23/7/2018).
Persiapan penandatanganan MoU Program Pansimas 2018 di Lampung Utara pada , Senin (23/7/2018).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Kabupaten Lampung Utara terancam tak bakal kembali‎ mendapat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas)‎ pada tahun 2018 dari Kementerian PUPR.

“Jika dana program Pansimas untuk ke-6 desa pendamping tak juga turun maka dipastikan program Pansimas akan hangus bagi Lampung Utara pada tahun depan,” ‎terang Kepala Bidang Perumahan di ‎Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lampung Utara, Wahyudi Praja Mukti, Kamis (18/10/2018).

Meski termasuk dalam program Pansimas, namun anggaran untuk ke-6 desa ini ‎bukan berasal dari pusat seperti 24 desa lainnya yang mendapat program ini. Ke-6 desa ini merupakan desa pendamping yang dipersiapkan oleh Pemkab Lampung Utara sebagai bentuk konsekuensi dari program Pansimas.

“Dari empat desa, pihak kementerian menginstrusikan kita untuk menyiapkan satu desa pendamping. Karena ‎ada 24 desa di Lampung Utara yang mendapat program Pansimas secara otomatis kita wajib menyiapkan enam desa pendamping,” tuturnya.

Wahyudi menuturkan, sumber anggaran dari ke-6 ke-6 pendamping itu bukanlah bersumber dari anggaran pusat melainkan bersumber dari anggaran daerah. Total anggaran daerah yang dipersiapkan untuk ke-6 desa itu mencapai Rp1,4 Miliar.

“Total anggaran daerah untuk ke-6 desa pendamping itu sebesar Rp1,4 Miliar,” papar dia.

‎Kendati demikian, menurut Wahyudi, persoalan ini telah mendapatkan titik terang. Sebab, pihak keuangan telah berkomitmen untuk mencairkan anggaran Pansimas sebesar Rp1,4 miliar yang bersumber dari anggaran daerah ini pada pekan depan.

“‎Pak bupati telah menginstrusikan kepada pihak keuangan untuk segera mengucurkan anggaran itu. Pihak keuangan menjanjikan akan mencairkannya pada pekan depan,” katanya.

‎Sementara mengenai sejauh mana perkembangan pembangunan di 24 desa yang mendapat program Pansimas dengan anggaran dari pusat, Wahyudi menjelaskan, perkembangannya di lapangan telah mencapai 50 persen.

“Sampai saat ini perkembangannya di lapangan sudah mencapai 50 persen. Jadi, kami optimis pelaksanaan pembangunan dalam program Pansimas akan selesai tepat waktu,” terangnya.

Sebelumnya, jumlah desa di Lampung Utara yang mendapat program Pansimas pada tahun berjumlah 30 desa. Rinciannya, 24 desa yang mendapat program Pansimas dari pusat, sedangkan enam sisanya merupakan desa pendamping dari program Pansimas.

Pada tahun 2018 mendatang, Lampung Utara akan kembali mendapat program Pansimas dengan total 45 desa. Akan tetapi, program ini terancam hangus jika Pemkab Lampung Utara tak kunjung mencairkan dana bagi ke-6 desa pendamping sampai akhir tahun ini.

Loading...