Beranda Ekbis Bisnis Langkah Jitu Menteri BUMN Atasi Problem Utama BUMN

Langkah Jitu Menteri BUMN Atasi Problem Utama BUMN

545
BERBAGI
Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardy

TERASLAMPUNG.COM — Sekretaris JenderaSekretariat Nasioinal Jokowi (Sekjen Seknas Jokowi), Dedy Mawardi, menilai sejumlah langkkah yang ditempuh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai langkah jitu untu mengatasi masalah utama BUMN.

Hal itu diungkupakan Dedy, Minggu (14/6/2020), untuk menanggapi sejumlah kritikan yang ditujukan kepada Menteri Erick Thohir terkait pembenahan BUMN.

Sebelumnya Erick Thohir dikritik karena kebijakannya yang cukup berani yakni mereformasi struktur organisasi BUMN dengan memangkas jumlah jajaran direksi dan komisaris seperti di PTPN dan Pertamina serta mengurangi jumlah BUMN dari 142 menjadi 107 bahkan kedepan mungkin saja tinggal 70 BUMN.

Erick Thohirtidak ragu untuk ‘mengholdingkan’ BUMN yang sejenis seperti BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk dan PT. Indofarma Tbk disatukan dengan PT Bio Farma (Persero) sebagai Holding.

“Sebagai seorang pengusaha sukses, Erick Thohir paham banget bagaimana caranya membuat perusahaan menjadi efisien, lincah dan fokus pada bisnis intinya. Sementara problem utama BUMN selama ini antara lain yakni inefisiensi, tambun dan banyak yang mau digarap. Ujung-ujungnya hutang menjadi masalah tahunan BUMN yang pada akhirnya membebani keuangan negara,” kata Dedy, dalam rilisnya, Minggu (14/6/2020).

Menuru Dedy, yang dilakukan oleh menteri BUMN Erick Thohir adalah sebuah langkah jitu, konkret untuk menyelamatkan BUMN itu sendiri, menyehatkan arus kas perusahaan BUMN, menjadikan BUMN itu efisien, lincah, fokus dan tangguh bersaing dengan perusahaan swasta nasional maupun internasional.

“Apa yang dilakukan oleh menteri BUMN Erick Thohir ini juga selaras dengan apa yang menjadi pandangan dari Presiden Joko Widodo, didalam pidato kenegaraan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 16 Agustus 2019. Presiden akan sangat mengapresiasi aparat yang mengedepankan efisiensi berbisnis, jumlah organisasi dan jumlah aparat yang tidak efisien harus mulai dipangkas, dan kualitas pejabat BUMN harus segera berubah,” ujar Dedy.

Dedy menegaskan Seknas Jokowi sebagai organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi harus selaras dan bergerak bersama untuk selalu memberikan dukungan terhadap kebijakan Presiden dan jajaran menteri kabinetnya.

“Karena pada prinsipnya kami melihat apa yang sudah dilakukan oleh Presiden dan para menterinya adalah demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, termasuk dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh Erick Thohir sebagai Menteri BUMN,” katanya.

Loading...