Beranda Teras Berita Laporan dari Hong Kong: Pileg Mengecewakan

Laporan dari Hong Kong: Pileg Mengecewakan

172
BERBAGI

Juperta Panji Utama/Teraslampung.com

Pada Hari H pencoblosan, TPS di Hong Kong sempat kosong dalam waktu lama (Teraslampung/Lampung Peduli)

Hong Kong—Keikutsertaan warga negara Indonesia (WNI) dalam pemilihan legislatif (Pileg) untuk daerah pemilihan Hong Kong (dan Makau) rendah. Hingga malam 9 April 2014 baru terhitung suara kurang dari 7.000 suara. “Padahal, di Hong Kong tercatat 102.265 daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN)! Ini sungguh mengecewakan,” ungkap ketua Koalisi Migran Indonesia (KOMI) Hong Kong Sri “Wulan” Mawarsih.

Wulan mengingatkan KPU dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong untuk segera mengevaluasi sungguh-sungguh pelaksanaan Pileg 2014 di Hong Kong. “Jumlah buruh migran Indonesia (BMI) yang biasa libur di Victoria Park saja seharusnya melebihi surat suara yang masuk. Tiap hari Minggu saja, Victoria Park minimal dipenuhi 30.000-an BMI yang berlibur. Ini kok hasilnya nggak tembus 15.000!” papar Wulan yang juga Ketua DPC Istimewa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hong Kong.

Wulan yang didampingi Mia Kartika, ketua tim pemenangan PKB Hong Kong, menyampaikan kekecewaannya sebagai aspirasi yang mereka terima dari BMI Hong Kong di malam usai Pileg digelar, Ahad (30/4). Pileg 2014 di Hong Kong dipercepat guna menghindari situasi alam Hong Kong yang diprediksi kurang bersahabat bila digelar waktunya berbarengan Pileg di Indonesia.

Kekecewaan serupa disuarakan Koalisi Tenaga Kerja Indonesia-Hong Kong (Kotkiho). Menurut ketua Kotkiho Nur Halimah boleh saja KJRI Hong Kong merasa Pileg kali ini sukses jika dibandingkan keikutsertaan BMI pada Pileg 2009. “Namun, keyakinan itu harus dicermati, apakah Pileg 2014 bisa disebut sukses kalau yang nyoblos tak nyampai 15% dari DPTLN Hong Kong.”

Di arena TPS, Ustad Abdul Muhaimin diskusi dengan para BMI di Hong Kong

Seharusnya, yakin Nur, kesuksesan Pileg boleh diumbar tatkala peran serta BMI dalam Pileg 2014 melebihi 50 persen. “Bahkan KPU menargetkan partispasi rakyat Indonesia sedikitnya 75 persen! Bagaimana bisa disebut sukses bila banyak BMI yang berhak memilih ternyata tidak bisa menggunakan haknya hanya karena hal sepele?”

Wulan dan Mia menduga ada upaya menghambat partisipasi BMI dalam Pileg kali ini. Mulai dari penetapan DPT hingga antre yang luar biasa saat pencoblosan hanya karena proses administrasi yang kurang siap. “Mulai dari sosialisasi yang minim hingga sistem drop box kertas suara yang sangat mungkin melahirkan kecurangan berikutnya.”

Meskipun demikian, Wulan dan Mia tetap bangga menjadi bagian Indonesia di luar negeri yang masih diberi hak untuk memilih demi kemajuan Indonesia. “Sekalipun kami di luar negeri dengan nasib kerap tak difikirkan pemerintah Indonesia secara maksimal, kami tetap berusaha berbakti kepada Pertiwi.”

Jalan menuju Victoria Park Hong Kong dipadati buruh migran Indonesia

Kebanggaan serupa disampaikan juga H. Abdul Muhaemin, ustadz asal Indonesia yang bekerja di Islamic Union of Hong Kong (IUHK). Ia menilai Pileg kali ini lebih sumringah. “Pertama, untuk pertama kalinya pemilihan umum negara lain boleh dilakukan di luar ruang oleh Pemerintah Hong Kong. Kedua, jumlah suara yang masuk melebihi capaian Pileg sebelumnya meskipun kampanye untuk golput di Hong Kong cukup gencar. Ketiga, berbagai pihak, khususnya organisasi BMI, telah menjalankan pendidikan politik yang luar biasa bagi sesama rakyat Indonesia maupun masyarakat Hong Kong.”

Mengenai berbagai kekurangan yang terjadi, ustadz yang juga menjadi panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Hong Kong ini berharap untuk semua pihak berlaku bijak dalam mengoreksi dan mengambil sikap atas Pileg 2014 di Hong Kong. “Mudah-mudahan, semua kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaan Pileg tidak terjadi dalam pemilihan presiden Indonesia yang sebentar lagi akan tiba.”

Tabulasi suara oleh PPLN Hong Kong, sampai malam 9 April 2014 atas sekira 6,500-an suara menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai yang unggul dipilih BMI sebanyak  54.1 persen. Diikuti PKB 10.9 persen dan Partai Gerindra 6.8 persen. PPLN menargetkan  seluruh suara di Hong Kong selesai dihitung pada 17 April 2014. (LAMPUNG PEDULI)

Loading...