Beranda News Pilkada Serentak Laporan Dugaan Politik Uang Rycko Menoza-Johan Sulaiman Mentok, FMRB-PPJ Kecewa

Laporan Dugaan Politik Uang Rycko Menoza-Johan Sulaiman Mentok, FMRB-PPJ Kecewa

2712
BERBAGI
Aksi damai FMRB-PPJ di kantor Bawaslu Kota Bandarlampung di Jalan dr. Soesilo Bandarlampung, Selasa (27/10/2020).
Aksi damai FMRB-PPJ di depan Kantor Bawaslu Kota Bandarlampung di Jalan dr. Soesilo Bandarlampung, Selasa (27/10/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Forum Mahasiswa Rakyat Bersatu Pengawal Pilkada Jurdil (FMRB-PPJ) mendatangi kantor Bawaslu Kota Bandarlampung, Selasa 27 Oktober 2020 untuk menyatakan sikap dan aksi melawan politik uang.

Mereka kecewa atas putusan Bawaslu Kota Bandarlampung yang tidak bisa melanjutkan kasus indikasi politik uang yang diduga dilakukan oleh tim sukses pasangan calon nomor 1, Rycko Menoza – Johan Sulaiman.

“Kasus politik uang yang terjadi di Kecamatan Way Halim pada kampanye Johan Sulaiman, calon wakil walikota yang berpasangan dengan Rycko Menoza adalah salah satu bentuk betapa hukum dan manusianya tidak mampu tegak berdiri,” kata Koordinator FMRB-PPJ,Arpan APB

“Jelas sekali dalam kasus kampanye di Way Halim, seseorang yang berada di samping Johan Sulaiman dengan pakaian yang sama, selalu berdiri dan melayani keperluan Johan Sulaiman tersebut. Ia terlibat aktif dalam kegiatan kampanye dari awal sampai selesai memberikan uang pada calon pemilih,” tambah Arpan.

Koordinator FMRB-PPJ Arpan APB menjelaskan, kejadian tersebut diakui oleh si penerima uang dan direkam serta difoto oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

“Itu kejadian nyata karena si penerima uang kemudian mengakui menerima uang, dan semua kejadian tersebut ada rekaman video dan foto yang diambil dan direkam oleh anggota Panwascam, setelah kasus itu di proses oleh Panwascam kemudian naik ke Bawaslu Kota Bandarlampung,” katanya.

Dengan bukti dan saksi penerima yang jelas dan terang benderang tersebut tapi dengan mudahnya bawaslu kota menyatakan kasus ini tidak bisa dilanjutkan karena tidak jelas siapa pelaku yang di laporkan sementara pelakunya jelas dalam foto dan video adalah seseorang yang setia melayani semua perintah Johan Sulaiman,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut FMRB-PPJ menuntut mengusut tuntas peristiwa di Pasar Way Halim yang diduga ada praktik politik uang, memroses dan menangkap pelakunya dan meminta Bawaslu Kota Bandarlampung untuk bersikap netral.

“Kami mendesak pihak kepolisian dalam hal ini satgas antipolitik uang untuk juga mengusut peristiwa di Pasar Way Halim yang diduga ada praktik politik uang di sana. Kemudian pihak kepolisian/satgas anțipolitik uang mengawasi penyelenggaraan pilkada Bandarlampung supaya penyelenggara bekerja sesuai dengan tugas yang diamanatkan oleh undang undang dan justru tidak terlibat dalam lingkaran politik uang,” tegas Koordinator FMRB-PPJ Arpan APB.

Dandy Ibrahim