Beranda News Pilgub Lampung Laporkan Money Politic Pilgub, Warga Lamtim dan Lamteng Justru Diintimidasi

Laporkan Money Politic Pilgub, Warga Lamtim dan Lamteng Justru Diintimidasi

1373
BERBAGI
Warga Lampung Timur dan Lamteng Laporkan Money Politik Pilgub Lampung Posko Demokrasi di Bundaran Tugu Adipura

TERASLAMPUNG.COM — Pada Sabtu petang (1 Juli 2018), Posko Demokrasi kedatangan delapan masyarakat dari Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah untuk melaporkan bukti-bukti dugaan tindak pelanggaran Money politic yang dilakukan oleh cagub-cawagub Lampung Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim/

Dewa Aji Putu Okta (65), relawan Herman HN-Sutono di Lampung Timur mengaku sebenarnya pihaknya sudah melaporkan dugaan politik uang itu ke  Panwascam,tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut.

Ironisnya, kata Dewa, para pelapor justru diintimidasi dan diskriminasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Menurut Dewa, tawaran mendapatkan uang ratusan juta rupiah untuk membungkam aksi mereka pun dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Namun, para pelapor tetap bersikukuh mengawal dugaan tindak pelanggaran Pilgub Lampung 2018 sampai menuju titik terang.

Ketut Agus perwakilan dari masyarakat Lampung Tengah (bukan relawan) pun mengalami hal serupa, ia dan beberapa rekannya yang turut melaporkan adanya dugaan tindak pelanggaran Pilgub Lampung 2018 juga diintimidasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab sampai pada upaya-upaya penghilangan barang bukti dengan cara-cara premanisme.

Menanggapi hal itu, Koordinator Posko Demokrasi Rismayanti Borthon berencana akan bertemu dengan Polda Lampung guna meminta perlindungan dan kepastian keamanan terhadap segenap Rakyat Lampung yang melakukan aksi pengaduan dugaan tindak pelanggaran Pilgub Lampung 2018.

“Agar tidak ada lagi intimidasi dan aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.Jangan sampai Polri dan satgasnya gagal dalam mengawal demokrasi dengan melakukan pembiaran terhadap otak dan pelaku money politic,” kata Rismayanti Borthon.

Masif dan sistematikanya money politic, kata Rismayanti, sudah cukup bagi Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan Arinal-Nunik.

“Maka tidak ada lagi alasan untuk tidak mendiskualifikasi paslon Arinal-Nunik dengan segala bukti-bukti pelanggaran yang semakin terpampang nyata,” tandasnya.

Rismayanti menyerukan kepada warga Lampung segera mendatangi Posko Demokrasi untuk pengaduan kecurangan Pilgub Lampung 2018 di Tugu Adipura Kota Bandar Lampung.

TL/FS