Larangan Mudik Idul Fitri, Travel Gelap Bandel akan Ditindak Tegas

  • Bagikan
Dua kendaraan putar balik di check point gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 26 April 2020. Polisi menggiring kendaraan pribadi dan transportasi umum yang melanggar aturan PSBB untuk putar balik masuk ke jalur tol arah Kota Bandung atau Jakarta. TEMPO/Prima Mulia
Dua kendaraan putar balik di check point gerbang tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 26 April 2020. Polisi menggiring kendaraan pribadi dan transportasi umum yang melanggar aturan PSBB untuk putar balik masuk ke jalur tol arah Kota Bandung atau Jakarta. TEMPO/Prima Mulia

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA — Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono memastikan tahun ini tak ada lagi travel gelap yang lolos saat pemerintah melakukan larangan mudik. Untuk mencegah taksi gelap tetap beroperasi meskipun sudah ada larangan, kata dia, Korlantas Polri menambah titik penyekatan agar tak ada lagi travel gelap yang lolos pemantauan.

BACA: Ini Aturan Lengkap Larangan Mudik Idul Fitri 6-17 Mei 2021

“Saya pastikan tidak ada travel gelap yang lolos karena kami bangun 333 titik evaluasi dari pada mudik tahun lalu. Tahun lalu kita bangun 146 titik. tahun ini kami membangun 333 titik dan sudah kita koordinasi dengan instansi terkait semua,”katanya, Minggu (11/4/2021).

Irjen Istiono menegaskan seluruh sopir travel gelap yang nekat melakukan perjalanan saat larangan mudik akan ditindak tegas. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan jajaran Polri hingga tingkat daerah.

“Semua sinergi kompak untuk melakukan langkah-langkah penyekatan secara menyeluruh, baik pendekatan di perbatasan provinsi, antar provinsi, kabupaten, antar kabupaten, semua kita lakukan penyekatan. Termasuk travel gelap saya pastikan akan saya tindak tegas,” katanya.

Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Aturan terkait larangan tersebut pun sudah terbit.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Menurut Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati,pengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu: moda darat, laut, udara dan perkeretapian.

“Dimulai pada  6 Mei hingga 17 Mei 2021. Adapun untuk transportasi barang dan logistik tetap berjalan seperti biasa,” kata Adita, Jumat (9/4/2021).

  • Bagikan