Beranda News Nusantara Larangan Perayaan Asyura di Bogor, Ini Protes Pendiri PAN

Larangan Perayaan Asyura di Bogor, Ini Protes Pendiri PAN

83
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Walikota Bogor, Bima Arya melarang perayan Asyura dengan menerbitkan Surat Edaran No 300/321-Kesbangpol yang isinya melarang perayaan Asyura bagi penganut Syiah di Kota Bogor.

Kader PAN itu beralasan mengeluarkan Surat Edaran tersebut adalah untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta mencegah konflik sosial. Namun, larangan itu banyak mendapatkan kritik. Kritik keras salah satunya datang dari seniornya sendiri, yakni pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.

Berikut kritik Abdillah Toha  yang disampaikan kepada Walikota Arya Bima melalui SMS terkait pelarangan perayaan Asyura di Bogor:


“Mas Bima, semoga anda sehat selalu. Saya terkejut mendapat copy SK Walkot Bogor ttg larangan peringatan Asyura. Seharusnya anda melindungi kelompok minoritas, bukan melarang. Seharusnya anda berpegang kpd konstitusi bukan fatwa atau opini ulama sbg dasar SK dan kebijakan. Menjaga kerukunan bukan dgn menyudutkan yang kecil tapi dgn mendidik yang mayoritas. Menyebarkan toleransi, bukan fanatisme sempit golongan.


 Saya terkejut karena SK itu tidak seperti Bima Arya yang saya kenal. Mudah2an ini bukan karena pertimbangan politik jangka pendek dengan mengorbankan prinsip HAM dan demokrasi. Asyura bukan hanya diperingati oleh Syiah tetapi juga oleh ahlussunnah. Rasul SAW bahkan menyarankan puasa sunnah pada hari-hari tertentu bulan ini. Di Jawa, bulan Suro adalah bulan berkabung. Mohon maaf bila pesan saya ini agak keras.


Salam, Abdillah Toha.”