Beranda News Nasional Lebih Akurat Dibanding Lembaga Survei, Fadli Zon Sudah Prediksi Jokowi Menang Sejak...

Lebih Akurat Dibanding Lembaga Survei, Fadli Zon Sudah Prediksi Jokowi Menang Sejak 2018

25557
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 lebih cepat dari jadwal, pada Selasa dini hari, 21 Mei 2019. Pengumuman yang menunjukkan kemenangan Jokowi-Amin Ma’ruf itu membuat heboh dunia maya. Protes juga berdatangan dari pihak terkait dengan pasangan 02.

Di luar soal kehebohan pengumuman Pilpres, dunia maya juga dihebohkan dengan pengungkapan fakta: lembaga survei tidak ada yang tepat atau presisi menebak pasangan capres-cawapres pemenang Pilpres 2019. Sebagian besar lembaga survei yang dinilai kredibel prediksinya di bawah hasil keunggulan Jokowo-Ma’ruf yang mencapai 55, 50 persen.

Menariknya, yang paling tepat  dalam menebak hasil Pilpres 2019 justru orang dekat Prabowo, yaitu Fadli Zon. Rupanya, Fadli Zon pada 2018 lalu pernah menggelar polling di akun media sosialnya dan hasilnya menunjukkan bahwa Jokowi unggul 55,50 persen.

Hasil polling Fadli Zon tersebut persis dengan hasil perhitungan KPU yang menunjukkan  Jokowi-Ma’ruf unggul 55,5%, sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno meraup dukungan 44,5% suara.

Fakta itu diungkap oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya yang mengunggah gambar hasil polling Fadli Zon tersebut. Bahkan, dia menyebutkan politisi Gerindra itu melakukan polling tercepat dan terakurat.

Yunarto juga menyoroti hasil pilpres yang tidak berbeda dengan hitung cepat yang dilakukan lembaga survei. Hal itu menegaskan cemoohan dari kubu 02 terkait hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei tidak bisa dipercaya.

Berdasarkan Quick Count Pilpres 2019 yang dilakukan Charta Politika, hasilnya menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 54,32 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandi mengantongi 45,68 persen suara dari 99,5 persen data yang masuk.

Sementara hasil Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU RI, Jokowi-Ma’ruf dinyatakan menang setelah meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen, unggul 16.957.123 atau 11 persen dari Prabowo-Sandi yang mendapatkan 68.650.239 suara atau 45,50 persen.

Dengan kata lain, selisih antara quick count yang dilakukan lembaga survei dan hasil resmi Pemilu 2019 tidak sampai 5 persen.

Menyoal tipisnya perbedaan tersebut, Yunarto menyatakan kembali bahwa quick count dilakukan dengan kaidah-kaidah yang dapat dipertanggung jawabkan. “Terbukti Quick Count bukan Sihir Science dan tidak perlu bertemu penguin di antartika,” tulis Yunarto di akun Twitter pribadinya, Senin (20/5/2019).

Pernyataan ‘bertemu penguin di antartika’ yang dilontarkan lulusan Hubungan Internasional tersebut seakan menyindir secara halus kubu 02 ketika Prabowo mengomentari hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

“Mungkin kalian [lembaga survei] harus pindah ke negara lain. Mungkin bisa pindah Antartika. Hei lembaga survei bohong, kalian bisa bohongi penguin di Antartika,” ungkap Prabowo dalam syukuran klaim kemenangan di depan kediamannya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 19 April lalu.

Berselang beberapa jam kemudian, Yunarto juga mengunggah hasil tangkap layar cuitan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang melakukan polling di Twitter pada 3 Januari 2018 atau setahun lebih sebelum Pilpres 2019 digelar.

 

TL | Bisnis | DBS

Loading...