Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Lecehkan Ketua Umum PB NU, Bupati Lampung Selatan Didemo Front Muda NU

Lecehkan Ketua Umum PB NU, Bupati Lampung Selatan Didemo Front Muda NU

1018
BERBAGI
Demo Front Muda Nahdliyin memprotes pernyataan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

TERASLAMPUNG.COM — Kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Front Muda NU menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (23/10). Mereka memprotes keras pernyataan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang dinilai

Mereka mendesak Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan meminta maaf terkait pernyataannya saat memberi sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10).

Koordinartor aksi, Een Riansyah, mengatakan saat berpidato untuk menyampaikan sambutan pada Hari Santri Nasional di Lapangan Cipta Karya, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (22/10/2017), Zainudin Hasan  telah menciderai umat NU.

“Pernyataannya Bupati Lamsel juga diduga mengandung unsur provokatif, memecah belah dan melecehkan Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj,” katanya.nggu (22/10/2017).

Een menilai, pernyataan Bupati Lamsel terkesan  memalukan dan sangat tidak layak disampaikan oleh seorang kepala daerah karena dinilai telah mengandung unsur penghinaan dan cenderung provokatif.

“Hari Santri Nasional adalah sebuah penghargaan negara atas dedikasi santri yang telah ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Oleh karenanya, Een menilai Zainudin Hasan telah gagal dalam memimpin kabupaten Lampung Selatan. Karena ketidakmampuan dalam mengayomi dan membimbing keberagaman umat beragama.

“Ini adalah bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap warga Nahdliyyin secara keseluruhan,” katanya.

Untuk itu pihaknya menyatakan beberapa sikap untuk Bupati Lamsel, Zainudin Hasan terkait pernyataan yang dianggap telah melecehkan seluruh warga NU.

Pertama, pihaknya mengutuk keras pernyataan Bupati Lampung selatan dalam sambutan di acara hari santri di lapangan cipta karya Lampung Selatan.

Kedua, menuntut Bupati Lampung Selatan untuk meminta maaf, secara lisan dan tulisan, kepada seluruh warga NU se-Indonesia dalam waktu 1 X 24 jam terhitung dari sekarang.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga NU Lampung, untuk segera merapat dan melakukan aksi secara bergelombang di Lampung Selatan sampai Bupati Lamsel mencabut dan meminta maaf terkait pernyataannya,”katanya.