Legislator Nasdem Sayangkan Langkah UBL Polisikan Mahasiswa karena Berunjuk Rasa

  • Bagikan
Anggota DPR RI dari Lampung, Taufik Basari

TERASLAMPUNG.COM — Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 17 Februari 2021 untuk mengungkapkan keberatan dengan besaran uang kuliah tunggal berbuntut panjang. Pihak kampus melaporkan mahasiswa ke Polresta Bandarlampung dengan dugaan tindak pidana melakukan Pelanggaran Undang-Undang Kekarantinaan.

Terkait hal ini, anggota Komisi III DPR RI dapil Lampung Taufik Basari mengatakan, kampus mestinya menjadi laboratorium demokrasi. Dinamika yang terjadi di lingkungan kampus menurutnya tidak harus selalu berujung ke pihak berwajib.

“Saya menyayangkan adanya pelaporan ke Polresta Bandarlampung oleh pihak kampus terhadap mahasiswa yang demo. Kampus idelanya harus bisa menerima tuntutan mahasiswa secara humanis, tidak perlu sampai melaporkan kritikan ke pihak berwajib” ungkap Taufik, Jumat (26/2/2021).

Legislator Partai Nasdem itu menilai pelaporan terhadap Sultan Ali Sabana, mahasiswa jurusan hukum dan Reyno Pahlevi, mahasiswa Fakuktas Ilmu komputer dan Informatika menunjukkan ketidakdewasaan pihak kampus dalam menyikapi persoalan yang ada.

Menurutnya, tuntutan mahasiswa yang menginginkan penurunan SPP dan beberapa tuntutan lainnya menurut Taufik, mestinya bisa diselesaikan dengan cara-cara yang lebih bijak.

“Kampus justru menunjukkan arogansinya jika penyelesaian tuntutan mahasiswa malah dibawah ranah hukum. Yang perlu dipahami dan diterima dengan kepala dingin bahwa, unjuk rasa mahasiswa merupakan salah satu bentuk kebebasan berekpresi dan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi,” kata mantan aktivis YLBHI itu.

Taufik berharap tidak boleh ada upaya pembungkaman terhadap suara-suara kritis mahasiswa, apalagi hanya dilakukan di lingkungan kampus.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor III Universitas Bandar Lampung (UBL) Bambang Hartono melaporkan aksi mahasiswa UBL yang menggelar demo di masa pandemi Covid-19 ke Polresta Bandar Lampung. Mahasiswa yang dilaporkan sebelumnya menuntut pengurangan biaya kuliah, memberikan SPP gratis bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak Covid-19, termasuk meminta kepastian Kampus UBL untuk tidak melakukan PHK dan memotong upah pekerjanya selama masa pandemi.

Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof M. Yusuf Barusman juga sudah angkat bicara terkait hal ini.

Atas laporan yang sudah masuk ke Polresta Bandarlampung, Yusuf menyebutkan para mahasiswa tersebut adalah anak sendiri, namun untuk laporan Yusuf menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian sebagai penegak hukum.

Loading...
  • Bagikan