Beranda Politik Libatkan Para Kepala Pekon Pringsewu-Tanggamus-Pesawaran, Kampanye Arinal-Nunik Dibubarkan

Libatkan Para Kepala Pekon Pringsewu-Tanggamus-Pesawaran, Kampanye Arinal-Nunik Dibubarkan

917
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Pringsewu membubarkan kampanye yang digelar tim pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Lampung Arinal-Chusnunia Chalim (Nunik)  di Hotel Balong Kuring, Pringsewu,Selasa (15/5/2018),karena melibatkan para kepala pekon (kepala desa).

“Kami hanya menyampaikan visi dan misi dari calon gubernur nomor urut 3 saja, terkait kampanye satu desa/pekon, satu ambulance,” kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung dan juga Anggota dari Fraksi Golkar Salamun sambil mengajar genggamnya telponnya.

Akhirnya pertemuan yang sarat dengan dugaan kampanye dan tanpa tanpa memiliki ijin tersebut, dibubarkan oleh Panwaslu Kabupaten Pringsewu. Panwaskab pun menggelar jumpa pers terkait dugaan pelanggaran Kampanye yang dilakukan tim pemenang paslon nomor urut 3.

“Kami menelusuri dan mengawasi yang ternyata di lokasi dan terlihat dan terindikasi kuat pertemuan antara kepala pekon dan tim kampanye atau partai politik salah satu pendukung paslon, memang kita melihat ada beberapa orang terindikasi kuat bahwa mereka kepala pekon di Kabupaten Tanggamus,” kata anggota  Panwas Kabupaten  Pringsewu, Azis Amirwan,Rabu (15/5/2018).

Azis mengatakan pihaknya sudah mengklarifikasi kepada pihak penyelenggara setempat, dan sempat kita tanyakan mengenai surat pemberitahuannya apakah sudah masuk baik ke Panwas ataupun ke KPU dan diakui belom ada.

“Sehingga kita putuskan berdasarkan ketentuan kita minta untuk mbubarkan diri. Indikasi awal seperti ada dugaan pelanggatan pemilihan tetapi akan kita perdalam dulu terkait bukti maupun saksi,” katanya.

Menurut Azis, ke depan pihaknya melihat dahulu duduk perkaranya apakah ada keterlibatan mendukung paslon.

“Yang jelas undang undang yang kita kaji secara mendalam soal kehadiran kepala pekon di acara tersebut UU No 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur. Pada pasal 70 ayat 1 bahwa paslon dilarang melibatkan kepala pekon/desa, dan akan kita kaji lebih dalam lagi soal undang-undang alternatif terkait keterlibatan kepala pekon,” katanya.

Menurut Azis, karena yang hadir adalah kepala pekon yang ada di kabupaten Tanggamus dan Pesawaran, maka pihaknya melibatkan Panwaskab Tanggamus dan Panwaskab Peaawaran untuk bersama sama mengkaji dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 3 itu.

Kampanye yang melibatkan para pekon dari Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus itu sempat diwarnai imtimidasi kepada wartawan.

Hal itu terjadi saat sejumlah wartawan  mencoba merekam kegiatan yang berlangsung di salah satu aula Hotel Balong Kuring, dimana pertemuan dengan kepala pekon sedang berlangsung, melihat adanya beberapa media yang meliput.

Kemudian salah satu panitia penyelenggara yaitu Azwan yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) keluar dari ruangan dan mencoba menepis smartphone milik wartawan media ini yang sedang merekam gambar (video).

Usai menepis, Azwan kemudian mengucapkan kata-kata yang menjurus intimidasi dan menghalangi wartawan untuk meliput.

“Kamu kenal saya kan, gak usah ambil-ambil gambar, kalian tahu kan siapa saya,” ucap Azwan dengan nada lantang sambil menunjuk jari telunjuk ke arah dadanya.

Salamun, Wakil ketua DPD partai Golkar Propinsi Lampung dan juga Anggota dari Fraksi Golkar saat dikonfirmmasi tentang kegiatan kampanye itu membantah bahwa kegiatan tersebut adalah kampanye.

“Kami membuka kesempatan untuk kepala pekon yang berminat menjadi (bacaleg) dan mengundang semua unsur. Tidak ada arahan untuk menggiring ke paslon gubernur lampung nomor 3, untuk pilgub hanya mensosialisasikan PKB dan Golkar (partai pengusung cagub nomor 3) intinya bahwa kami konsolidasi untuk menggelar karpet, antara karpet kuning (golkar) dan karpet hijau (PKB) kita gelar sama-sama yang saat ini kekurangan bakal calon legislatif,” katanya.

TL/FSS

Loading...