Beranda News Pusiban Lima Anggota KI Lampung 2020 – 2024 Dilantik

Lima Anggota KI Lampung 2020 – 2024 Dilantik

146
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melantik dan mengambil sumpah jabatan 5 Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung periode 2020-2024 di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (27/2/2020).

Kelima anggota KI tersebut adalah Dery Hendryan, Muhammad Fuad, Syamsurrizal, Ahmad Alwi Siregar, dan Erizal.

Mereka dilantik berdasarkan Keputusan Gubernur No:G/136/V.14/HK/2020 tanggal 24-02-2020.

Wagub Nunik megatakan di era reformasi, era globalisasi, dan era revolusi industri 4.0, Komisi Informasi memiliki peran yang penting dan strategis dalam mewujudkan terciptanya pelayanan prima di bidang informasi kepada publik, baik yang berbentuk data maupun informasi-informasi yang dibutuhkan publik.

Wagub Nunik mengatakan bahwa peran tekonologi informasi di era revolusi industri 4.0 sangat berpengaruh bagi banyak aspek kehidupan manusia. Sebab, kata Nunik, semua manusia akan  mengandalkan teknologi informasi dalam segala bidang. Misalnya di bidang  ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan  pemerintahan.

“Oleh karena itu saya meminta agar aparatur yang ditugaskan dalam membantu kinerja Komisi Informasi benar-benar memiliki bekal pengetahuan serta pengalaman yang cukup di bidang pengelolaan komunikasi dan informasi,” jelas Nunik.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal, berharap para komisioner yang baru terpilih bisa bekerja profesionel dan lebih baik dibanding periode sebelumnya.

“Kita ingin komisioner yang terpilih dan dilantik hari ini bisa menjawab keraguan publik. Mereka harus profesional dan mampu menyelesaikan kasus-kasus sengketa informasi,” katanya.

Yozi Rizal berharap Komisi Informasi Lampung ke depannya tidak hanya senang pada hal-hal yang bersifat seremonial belaka. Misalnya dengan memberikan penghargaan tahunan kepada para kepala daerah atau lembaga yang alat ukurnya tidak bisa diketahui publik.

“Yang lebih penting adalah kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi informasi publik dan penyelesaian masalah sengketa informasi publik. Berapa banyak kasus sengketa publik yang ditangani KI Lampung dan berapa banyak yang diselesaikan, itu yang penting diketahui publik,” katanya.

Sebelumnya, sempat terjadi polemik dan protes terkait proses rekrutmen calon anggota Komisi Informasi Lampung. Protes disampaikan sejumlah elemen masyarakat karena diduga ada sejumlah kejanggalan dalam proses rekrutmen.

Kejanggalan yang menjadi kecurigaan masyarakat antara lain adanya bakal calon yang jelas-jelas masih menjadi pengurus parpol tetapi masih diloloskan menjadi 10 besar oleh tim seleksi.

“Proses pemilihan patut dicurigai ada deal-deal dengan parpol atau anggota Dewan,” kata Juniardi, jurnalis yang juga mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung.

Loading...