Beranda Hukum Lima Buruh Pelabuhan Panjang Keracunan Gas: Dua Meninggal, Tiga Kritis

Lima Buruh Pelabuhan Panjang Keracunan Gas: Dua Meninggal, Tiga Kritis

138
BERBAGI
Jasad Sahludin Alupi sopir truk yang tewas keracunan gas bungkil sawit dari dalam kapal KM Horai di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Selasa (27/10).
Jasad Sahludin Alupi sopir truk yang tewas keracunan gas bungkil sawit dari dalam kapal KM Horai di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Selasa (27/10).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Lima orang buruh pelabuhan Panjang, keracunan gas dari palka (ruangan penampung muatan kapal) KM Horai asal Kalimantan yang mengangkut muatan bungkil sawit, pada Selasa (27/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dua orang buruh yang tewas adalah, Sahludin Alupi (33) sopir truk warga Desa Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan dan Jumen (40) mandor warga Kranji, Lampung Selatan.

Tiga buruh yang kondisinya kritis, Nuriti (39) warga Gang Rajawali, Panjang, Muhidin alias Ateng (50) warga gunung Batu Sulu, Karang Anyar, Lampung Selatan dan Sanuri alias Teng Nuri (39) mandor warga Baru Ranji, Merbau Mataram, Lampung Selatan.

Tiga buruh yang kondisinya kritis, menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, kelima buruh tersebut keracunan gas saat akan membongkar muatan bungkil sawit dari dalam kapal KM Horai.

Kelima buruh itu, sempat dievakuasi oleh tiga anggota marinir dan salah seorang babinsa yang bertugas dipelabuhan Panjang. Kelima buruh itu sempat dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Panjang, namun dalam perjalanan, Sahludin Alupi dan Jumen nyawanya tidak tertolong.

Kemudian tiga buruh lainnya, dapat diselamatkan nyawanya meski dalam kondisi kritis, ketiganya kemudian dilarikan ke RS Abdoel Moeloek Bandarlampung.

Loading...