Lima Jam Diguyur Hujan, Pekon Napal Tanggamus Banjir dan Longsor

Banjir di Pekon Napal, Tanggamus, Rabu pagi (15/12/2021).
Banjir di Pekon Napal, Tanggamus, Rabu pagi (15/12/2021).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus pada Selasa malam (14/12/2021) mengakibatkan Sungai (Way) Napal di Pekon Napal meluap sehingga menyebabkan banjir.

Luapan Way Napal meluber ke jalan hingga menggenangi ruas jalan, rumah penduduk, dan fasilitas umum. Banjir juga menggenangi balai pekon Napal, sekolah SD dan puluhan rumah warga warga dengan ketinggian air bervariasi dan paling tinggi sekitar 2 meter.

Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor. Sedikitnya delapan rumah warga di Pekon Napal terdampak longsor.

Pada Rabu siang (15/12/2021) banjir mulai surut. Masyarakat bersama pihak kepolisian Polsubsektor Kelumbayan melaksanakan pembersihan rumah-rumah maupun fasilitas umum.

Abdullah, selaku aparat pekon Napal, mengatakan hujan terjadi pada pukul 00.00 WIB hingga pagi hari sehingga air sungai meluap bahkan hingga masuk ke balai pekon sekitar 0,5 meter.

Longsor di Pekon Napal, Tanggamus, Rabu pagi (15/12/2021).
Longsor di Pekon Napal, Tanggamus, Rabu pagi (15/12/2021).

“Hujan sejak tadi malem jam 12 sampe pagi, air masuk ke balai pekon sekitar setengah meter tapi sekarang sudah surut,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Limau AKP Oktafia Siagian mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kelumbayan sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Hujan sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Jalan di Pekon Napal terendam banjir hingga 2 meter,”  kata AKP Oktafia Siagian mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi.

AKP Oktafia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun,  berdasarkan pendataan sementara terdapat beberapa titik longsor yang mengenai sejumlah rumah warga Pekon Batu Patah.

Rumah tersebut antara lain milik Roma yang terbuat dari papan dengan kerusakan rumah 50 persen, total kerugian Rp10 juta. Lalu rumah semi permanen milik Giman dengan kerugian Rp5 juta; rumah permanen milik Anan dengan kerusakan 10 persen dan kerugian Rp6juta; rumah semipermanen milik Saidi kerusakan 10 persen, kerugian 6 juta.

Kemudian rumah papan milik Parno, kerusakan 20 persen dengan kerugian Rp5 juta. Rimah papan milik Kasikem kerusakan 10 persen kerugian Rp5 juta.

Rumah keenam terbuat dari papan milik Kasiman dengan kerusakan 10 persen, kerugian Rp5 juta. Rumah papan milik Haryanto kerusakan 20 persen, rumah baru ditempati namun pondasi ambrol dan meruntuhi rumah Roma kerugian Rp6 juta.

Terakhir rumah Heriyanto, kerusakan 10 persen dengan pondasi ambrol meruntuhi rumah milik Giman, kerugian 5 juta. Serta longsor pada beberapa titik jalan pekon/desa.

“Total rumah terdampak longsor sebanyak 8 rumah warga dengan kerugian sementara sebanyak Rp49 juta,” kata AKP Oktafia Siagian.

AKP Oktafia Siagian mengaku, atas kejadian tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Uspika dan Basarnas serta membantu gotong royong di rumah warga yang terdampak longsor.

“Babinkamtibmas bersama warga bergabung membantu gotong royong di lokasi kejadian,” katanya.

Kapolsek menambahkan, longsor yang pada jalan desa, gorong-gorong jalan kabupaten jika dibiarkan maka akses ke Pekon Umbar dan Paku akan terputus sehingga diharapkan pihak terkait melakukan langkah pencegahan.

“Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan penanganan pada jalan dan gorong-gorong jalan kabupaten sehingga dapat mencegah kerusakan maupun jalan terputus,” tandasnya.

Siswanto