Lima Karaoke di Bandarlampung tidak Berlisensi WAMI

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslamnpung.com

Wadirkrimsus Polda Lampung AKBP Anwar dan Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih dalam ekspose kasus lima tempat karaoke melanggar lisensi WAMI, di Polda Lampung, Senin (6/10). Fptp: Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG-Diduga tidak memiliki lisensi dari Wahana Musik Indonesia (WAMI), lima tempat karaoke di Bandarlampung diungkap petugas Ditkrimsus Polda Lampung, Senin (6/10) siang. Kelima pemilik dan pengelola tempat karaoke itu akan diproses hukum.

Wadirkrimsus Polda Lampung, AKBP. Anwar di dampingi Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih mengatakan, lima tempat karaoke itu tidak memiliki lisensi dari pemegang hak cipta yakni, Karaoke HP di  Jalan Diponegoro Bandarlampung, Karaoke HP di Jalan Gajahmada Bandarlampung, Karaoke HO Jalan Diponegoro Bandarlampung,  Karaoke NV di Jalan  Raden Intan,dan Karaoke ST di Jalan Yos Sudarso, Telukbetung, Bandarlampung. Kasus itu terungkap berdasarkan hasil penyelidikan polisi selama satu bulan.

Kasus Karaoke HP, HO, dan ST berkasnya oleh JPU telah dinyatakan P21. Sedangkan untuk Karaoke NV masih dalam proses, karena pemilik masih melaksanakan ibadah haji.

Barang bukti berupa, 4 unit televisi ukuran 32 inci, 4 unit touhscreen, 4 unit Subwofer, 4 unit amplifier, 4 unit DVD player, 8 unit soundsystem, 8 unit mic, dan buku panduan lagu telah diamankan di Polda  Lampung. Pemilik karaoke HP dan HO berinisial T dan pemilik karaoke ST berinisial I tidak ditahan  karena kooperatif.

Lima tempat karaoke tersebut hingga saat ini masih beroperasi, karena selain tidak menghambat proses penyelidikan atau kooperatif, juga ada unsur kemanusiaan. Di antara mencegah karyawan tempat hiburan tersebut agar tidak menganggur dan pemilik mengurus kelengkapan lisensinya.

Meski demikian,  karena telah melanggar Pasal 72 ayat (1) dan (2), dengan sengaja menyiarkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum, suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) akan dipidana paling lama selama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta.

“Dari beberapa tempat karaoke ada yang memiliki kelengkapan perizinan dan berlisensi diantaranya yakni, karaoke Inul, dan Lirik.”ungkap Anwar.

Penelusuran teraslampung.com menunjukkan bahwa pemilik Karaoke HO di Jalan Diponegoro Bandarlampung tidak lain adalah seorang anggota DPRD Bandarlampung. Sedangkan Karaoke HP milik adik anggota Dewan tersebut.

Wahana Musik Indonesia (WAMI) merupakan  suatu badan usaha yang bergerak dibidang Collective Management Organization (CMO), atau Lembaga Manajemen Kolektif pengelola eksploitasi karya cipta lagu, terutama untuk royalti atas Hak Mengumumkan (Performing Rights).

WAMI didirikan oleh beberapa penerbit musik (label musik) di Indonesia pada 15 September 2996 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 5 Januari 2007. Dalam hal kepengurusannya tersebut, WAMI mensyaratkan kepengurusan organisasinya dari perwakilan 6 komposer (pencipta lagu) dan 6 publisher (label rekaman).

Label musik pendiri WAMI antara lain  Musica Studios, Aquarius Pustaka Musik, Trinity Optima Publishing, Jawara Pustaka Musik, Mobimax Multimedia, Penerbit Karya Musik Pertiwi, Mitra Kreasi Prima, dan ARKA Publishing & Universal Publishing.

  • Bagikan