Beranda Hukum Teras Kriminal Lima Paket Sabu Disimpan Dani di Kotak Permen Frozz

Lima Paket Sabu Disimpan Dani di Kotak Permen Frozz

265
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG-Pengedar sabu-sabu, Dani Tribobi (37) warga Jalan Taqwa,Kelurahan Way Dadi, Sukarame,Bandarlampung ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung saat akan bertransaksi narkoba di Jalan Pembangunan (Pasar Tempel) Sukarame, Bandarlampung, Kamis (14/5) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari tangan tersangka, polisi temukan lima paket sabu yang disimpan didalam kotak permen Frozz. Kemudian dua paket sedang sabu-sabu, ditemukan di saku celana depan sebelah kiri.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno melalui Kanit I Iptu Herlan Arfa mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Jalan Pembangunan (Pasar Tempel) Sukarame, Bandarlampung akan ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Dari informasi tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi yang dimaksud. Ketika dilakukan pengintaian di tempat tersebut, pihaknya mendapati ada seorang laki-laki yang gerak-geriknya mencurigakan. Laki-laki tersebut diketahui bernama Dani Tribobi, yang merupakan residivis narkoba dan tersangka memang sudah dipantau sejak keluar dari Lapas, saat itu juga Dani langsung kita amankan.

“Saat kita geledah, ditemukan lima paket kecil sabu yang disimpan didalam kotak permen Frozz. Kemudian dua paket sedang sabu ditemukan di saku celana depan sebelah kiri, selanjutnya tersangka Dani kita bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut,”kata Herlan kepada wartawan, Jumat (15/5).

Dari keterangan tersangka, Herlan menjelaskan, bahwa narkoba jenissabu-sabu didapat tersangka dengan cara membeli dari seorang temannya berinisial BO (DPO) seharga Rp 2,2 juta/2 paket. Sabu-sabu tersebut, rencanannya akan dijual kembali oleh tersangka Dani kepada pemesannya. Selain akan di edarkan, sabu-sabu tersebut rencana akan digunakan
sendiri oleh tersangka.

“Tersangka Dani ini merupakan residivis kasus yang sama, tersangka mendekam selama dua tahun di Lapas Way Hui. Selain sebagai pengedar, Dani juga sebagai pengguna. Tersangka sudah beberapa kali bertransaksi dengan BO (DPO), kasusnya saat ini masih kita kembangkan, petugas saat ini sedang memburu BO (DPO) yang merupakan sebagai bandar,”terangnya.

Tersangka Dani kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Loading...