Beranda Hukum Kriminal Lima Perampok di Rumah Bendahara NU Sungkai Utara Ditangkap Polisi

Lima Perampok di Rumah Bendahara NU Sungkai Utara Ditangkap Polisi

681
BERBAGI
Kelima pelaku perampokan yang beraksi di kediaman tokoh NU Sungkai Utara
Kelima pelaku perampokan yang beraksi di kediaman tokoh NU Sungkai Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Lima dari sepuluh pelaku perampokan ‎di kediaman Budi Santoso, bendahara majelis wakil cabang Nahdlatul Ulama (NU) Sungkai Utara‎, Lampung Utara beberapa waktu lalu diringkus oleh tim gabungan Polda Lampung dengan Polres Lampung Utara.

Kelima pelaku yang ditangkap itu adalah Iskandar (Sungkai Utara), Gunawan (warga Sungkai Utara), Dadang Irawan (warga Sungkai Utara), Haidir Harun (warga Sungkai Utara), Paswadi (warga Sungkai Tengah).

“Para pelaku ditangkap oleh Tim Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) dan Tekkab 308 Polres Lampung Utara dari tanggal 25 – 27 April. Dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan,” terang Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana, Sabtu (28/4/2018).

‎Perwira Menengah Kepolisian ini menuturkan, para perampok yang diamankan ini terlibat dalam aksi perampokan di kediaman Budi Santoso di Desa Baruraharja, Sungkai Utara pada 3 April 2018 lalu.

Total pelaku perampokan di kediaman tokoh NU yang juga dikenal sebagai juragan ayam di desa itu berjumlah sepuluh ‎orang. Modus yang digunakan memanjat pagar samping rumah korban. Selanjutnya, mereka melumpuhkan dan menyekap petugas jaga malam.

Setelah berhasil melumpuhkan penjaga malam, para pelaku langsung merangsek masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu menggunakan balok kayu. Para pelaku mengobrak – abrik seisi ruangan rumah korban seusai menembak Budi Santoso di bagian perut kirinya.

‎”Para perampok menggasak barang – barang berharga korban di antaranya uang senilai Rp50 juta, dan 100 gram perhiasan emas,” jelas dia.

Berdasarkan keterangan kelima pelaku yang ditangkap, uang hasil rampokan masih berada di tangan rekannya yang kini masih dalam buruan. Seluruh identitas kelima pelaku yang masih dalam pengejaran telah diketahui.

‎”‎Lima rekan pelaku yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran,” katanya.

Di sisi lain, Dadang Iskandar, salah satu perampok mengaku keterlibatannya dikarenakan ia memiliki permasalahan pribadi dengan korban Budi Santoso. Permasalahan yang terjadi antara ia dan korban ialah persoalan sengketa tanah.

“Saya diajak oleh Iskandar. Yang nembak (Budi Santoso) juga Iskandar. Saya baru satu kali ini terlibat aksi perampokan,” katanya.