Lima Siswa SMP Tersangka Pencabulan Diperbolehkan Ikut UN di Sekolahnya

  • Bagikan

M. Zaenal/Teraslampung.com
Bandarlampung—Lima tersangka pencabulan terhadap siswi sebuah
SMP swasta di Bandarlampung, yakni IR, NW, AB, MF, dan NJ, tetap diizinkan
untuk mengkuti ujian nasional (UN) di sekolahnya yang juga sekolah korban.
Sebelumnya, dikabarkan NIS, seorang siswi SMP swasta di
Bandarlampung,melapor ke Polres Bandarlampung setelah diperkosa di sebuah hotel
tak jauh dari sekolahnya oleh lima siswa SMP. Lima siswa tersebut masih satu
sekolah dengan korban NIS. Polisi pun langsung menangkap kelima tersangka dan
menahannya.
Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol Ketut Suryana, Jumat
(11/4, mengatakan izin bagi kelima tersangka kasus pencabulan untuk bisa ikut
UN diberikan agar mereka tetap mendapatkan hak bisa mengerjakan soal UN dengan
tenang.

“Kelima tersangka, yakni IR, NW, AB, MF dan NJ
akan melaksanakan ujian nasional (UN) di sekolah masing-masing. Namun, mereka
tetap dalam pengawasan petugas mengunakan baju preman. Saat ini petugas sedang
melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan,”kata Ketut
Suryana, Jumat (11/4).

Sesuai dengan jadwal dari Dinas Pendidikan
(Disdik) Kota Bandarlampung, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama
(SPM) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) akan dilaksanakan pada tanggal 5 Mei sampai
8 Mei dan untuk ujian susulan akan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei sampai 16
Mei 2014.

Ketut menjelaskan, untuk berkas kasus pencabulan
lima tersangka yaitu IR, NW, AB, MF dan NJ itu, sudah diserahkan ke pihak ke
Kejaksaan dan masih dalam tahap penelitian. Sementara kelima tersangka tetap
dilakukan penahanan di Polsek Tanjungkarang Barat dan sedang mengikuti
pelatihan pra UN.

”Proses hukumnya tetap berlanjut dan dihukum
sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk pemberkasan kasus pencabulan tersebut
sudah diserahkan ke pihak kejaksaan untuk selanjutnya dilakukan tahap
penelitian,”ujar Ketut.

Lebih lanjut, perwira menengah ini menambahkan,
untuk kelima orang tersangka tersebut sudah dilakukan gelar perkara dan
mempunyai bukti yang kuat, bahwa kelima orang tersangka terbukti kuat telah
melakukan rencana pencabulan terhadap korban NIS di sebuah Hotel PHG tersebut.

Namun, hingga berkas kasus tersebut sudah masuk tahap
penelitian, hasil pemeriksaan petugas kelima tersangka dalam keterangannya
masih saling lempar satu sama lainnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya,
kelima tersangka ditangkap oleh petugas  Unit
Reskrim Polsek Tanjungkarang Barat setelah menerima laporan dari orang tua
korban. Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap kelima orang tersangka
ditempat terpisah. 

Tersangka MF dan NJ ditangkap di saat sedang
mengikuti proses kegiatan belajar di sekolah SMP swasta di Kota Bandar Lampung
pada Jumat (28/3) pagi saat sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di
sekolahnya.
Sedangkan tersangka IR, NW dan AB ditangkap pada hari Jumat
(28/3) di rumahnya masing-masing sekitar pukul 18.00-19.00 WIB.
Akibat perbuatannya, kelima tersangka terpaksa mendekam di
sel tahanan Polsek Tanjungkarang Barat dan dijerat tindak pidana perbuatan
pencabulan terhadap anak dibawah umur dan melanggar pasal 82 Undang-undang No.
23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Berita Terkait: Polisi Masih Dalami Kasus Perkosaan oleh Lima Siswa SMP

  • Bagikan