Listrik akan Sering Padam Hingga 10 November, PLN tak akan Berikan Ganti Rugi

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Akibat rusaknya PLTU Tarahaan Unit 3 dan 4 dan terganggunya jaringan transmisi di jalur Bukit Asam dan Lahat, kelistrikan Lampung mengalami defisit daya hingga 361 mega watt (MW). Hal itulah yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik total (black out) sejak 30 Oktober 2014 lalu.

General Manajer  PT PLN Distribusi Lampung, I Made Artha,   mengatakan beban puncak di Lampung saat ini adalah 834 MW. Dengan adanya defisit daya, kata Awaludin, pemadaman aliran listrik tidak bisa dihindarkan. Pemadaman aliran listrik di Lampung akan dilakukan PLN hingga 10 November 2014.

Menurut Artha, defisit daya  listrik di Lampung juga disebabkan  tidak (belum) berfungsinya sejumlah pembangkit,  Sedangkan pembangkit listrik yang beberapa tahun lalu bisa menyumbang pasokan listrik, saat ini tidak bisa diandalkan. Antara lain PLTA Batutegi di Kabupaten Tanggamus dan PLTA Way Besai di Lampung Barat.

Terkait dengan desakan para pelanggan agar  PLN  memberikan kompensasi, Awaludin mengatakan hal itu tidak mungkin bisa dipenuhi karena terbentur aturan.

“Tidak ada  ganti rugi terhadap kerugian yang diakibatkan pemadaman listrik. Meski begitu ada kompensasi kepada para pelanggan, yakni pemotongan sebesar 10 persen dari jumlah tagihan pada bulan bersangkutan,” kata Artha , di Bandarlampung, Senin (3/11).

Menurut Artha, kompensasi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 30 Tahun 2012 tentang Tarif Listrik.

Mas Alina Arifin

  • Bagikan