Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Listrik yang Menyengat Dua Keluarga di Lampura Diduga Terkait SUTET

Listrik yang Menyengat Dua Keluarga di Lampura Diduga Terkait SUTET

221
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Meski terdapat dua keluarga Lampung Utara diduga tersengat listrik akibat buruknya jaringan SUTET, namun petugas dari Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang‎, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi belum merespon temuan tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pimpinan UPT Tanjung Karang, ULTG Kotabumi, Rio Ronald saat sejumlah wartawan mendatangi kantornya, Selasa (14/4/2020). Kedatangan para awak tak lama setelah mendatangi keluarga Wati, korban sengatan listrik yang diduga bersumber dari jaringan SUTET.

“Pimpinan kami, pak Rio Ronald sedang tidak ada di kantor,” kata Aston, salah seorang petugas UPT Tanjung Karang, ULTG Kotabumi saat ditemui di kantor, Selasa (14/4/2020).

Lantaran tidak berhasil menemui pimpinan UPT tersebut, pihak Media kemudian mencoba meminta nomor telepon yang bersangkutan kepada bawahannya itu. Sayangnya, Aston enggan memberikannya dengan alasan tidak berani.

“Mohon maaf, saya enggak berani beri nomor telepon pak Rio Ronald,” katanya sembari berlalu.

Sebelumnya, ‎dua keluarga di RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, ‎Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara nyaris tewas lantaran terkena sengatan listrik, Senin (13/4/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kuat dugaan, aliran listrik yang menyengat kedua keluarga ini berasal dari jaringan SUTET di sekitar rumahnya. Hal ini dikarenakan rumah kedua keluarga ini hanya berjarak sekitar 15 meter dari menara SUTET.

“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, ibu rumah tangga yang nyaris menjadi korban tersengat listrik, di kediamannya.

Peristiwa ini terjadi saat adanya petir yang menggelegar di tengah hujan deras di daerahnya. Hanya sepersekian detik dari terdengarnya suara petir tersebut, ia dan suaminya (Slamet Riyadi) merasakan sengatan listrik di bagian kaki.

“Saat itu kami sedang bersantai di lantai. Mendadak terasa ada sengatan listrik yang mengalir dari lantai,” jelasnya.

Lantaran merasakan adanya sengatan listrik, mereka berdua secara spontan melompat ke atas ranjang. Saat itulah aliran listrik tidak lagi dirasakan oleh mereka.

“Selain kami, tetangga sebelah juga merasakannya. Saking takutnya, anak tetangga berteriak – teriak,” tutur dia.

Loading...