Beranda Ruwa Jurai Lampung Barat Liwa Fair 2019 Menyuguhkan Keharuman Kopi Robusta Lampung Barat

Liwa Fair 2019 Menyuguhkan Keharuman Kopi Robusta Lampung Barat

253
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM – Perhelatan Liwa Fair 2019 dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Kawasan Sekuting Terpadu, Senin malam (23/9/2019). Dalam acara pembukaan itu, Liwa Fair menyuguhkan keharuman kopi robusta Lampung Barat.

Pembukaan Liwa Fair ditandi dengan pemukulan alat musik tradisional gamolan pekhing oleh Gubernur Arinal Djunaidi dan Bupati Parosil Mabsus.

Turut hadir Wakapolda Lampung, Wakil Bupati Drs. H. Mad hasnurin, Bupati Lambar Periode 2007-2017 Drs. H. Mukhlis Basri, Ketua DPRD Lambar Edi Novial,S. Kom, Forkopimda, Seluruh Sai Batin kepaksian yang ada di Lampung Barat, Assisten dan staff ahli, Kepala OPD, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua, DWP, Ketua IKAD,Camat dan peratin.

“Saya menyambut baik diadakannya Liwa Fair ini. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan, karena ini merupakan upaya yang baik untuk mempromosikan dan menggali potensi Lampung Barat baik dari BUMD dan UMKM dalam mewujudkan pembangunan Lampung Barat yang tangguh, melalui produk unggulan kita wujudkan Lampung Barat hebat dan sejahtera,” katanya.

Gubernur Arinal berharap agar Pemprov dan Lampung Barat ada persaingan komoditas.

“Silakan bersaing dalam pengembangan ekonomi kreatif untuk segala komoditas,  terutama kopi robusta yang merupakan potensi unggulan Lambar untuk mengisi rest area yang ada di Provinsi Lampung. Soal kopi robusta ini, yang paling perlu ditekankan adalah rasanya agar dapat bersaing juga di tingkat nasional,” kata Arinal.

Bupati Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi setinggi kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang berkenan hadir pada pembukaan Liwa Fair. Menurutnya, kerjasama  antara Pemkab dan Pemprov perlu ditingkatkan agar bisa maju secara bersama.

“Kebijakan untuk Kabupaten, Lampung barat perlu dukungan dari pemerintah provinsi, kecamatan dan pekon,” ujarnya.

Parosil menuturkan Lampung Barat sudah berumur 28 tahun. Menurutnya keamanan dan ketertiban merupakan kunci pembangunan.

“Mari kita saling menghormati dan saling menghargai antar budaya. Karena dengan adanya hal tersebut, maka akan terwujud persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pembangunan. Terkait Kabupaten tangguh bencana, literasi dan konservasi mohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung,” kata dia.

Parosil mengatakan, Liwa Fair  merupakan sarana silaturahmi, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Lampung barat ini.

“Melalui bazar, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memiliki sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulannya terutama kopi robusta. Dengan Liwa Fair kita dapat menunjukkan kepada daerah lain bahkan kepada dunia bahwa Kabupaten Lampung barat telah siap bersaing dalam era globalisasi dan perdagangan bebas ini,” tandasnya.

Loading...