Logistik Pilpres di Lampung Timur Mulai Didistribusikan

Bagikan/Suka/Tweet:
Truk pengangkut logistik Pilpre 2014 siap diberangkat ke sejumlah daerah di Lampung Timur. (Teraslampung/Mashuri)

SUKADANA, Teraslampung.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur sudah mulai mengirimkan  logistik pilpres ke PPK se-Lamtim.  Pendistribusian logistik yang  terdiri dari kotak suara, surat suara, formulir, tinta dan tripleks.  mulai dilakukan sejak Sabtu (5/7) di Islamic Centre, Sukadana.

Pelepasan logistik kemarin dipimpin langsung oleh Ketua KPU Lamtim, Samsul Arifin.  Turut hadir Kapolres Lamtim, AKBP A.Djoko Widiyanto, anggota Panwaslu Lamtim Rahmad Saleh, serta komisioner KPU Lampung, Firman Seponada.

Menurut sekretaris KPU Lamtim, Edy Susilo, pendistribusian logistik pilpres akan dilakukan secara bertahap 6-8 Juli 2014.  Dalam pelepasan pertama logistik dikirimkan ke 8 kecamatan yakni Gunung Pelindung, Jabung, Pasir Sakti, Bandar Sribhawono, Waway Karya, Labuan Maringgai! Marga Sekampung, dan Sekampung Udik.  Edy menambahkan hingga Sabtu malam, total sudah 11 kecamatan yang dikirim logistik.

Sementara itu, dalam hari tenang kampanye tiga hari sebelum pencoblosan, Panwaslu Lamtim akan melakukan pembersihan atribut kampanye.  Ketua Panwaslu Lamtim, M. Teguh mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab untuk melakukannya di setiap kecamatan.

Teguh menambahkan, jika pihak Pemkab hari ini (Minggu) tidak menerjunkan satpol PP, maka esok (Senin), secara mandiri Panwaslu akan menerjunkan Panwascam dan PPL.  “Atribut kampanye pilpres tidak banyak, saya rasa kami bisa membersihkannya meski tidak didukung pemkab”, ujarnya.

Teguh menjelaskan, selain melakukan pembersihan atribut kampanye, Panwaslu saat ini juga sedang mengumpulkan bukti surat dari Capres Prabowo yang dikirimkan ke sekolah.  Menurut Teguh, sekolah yang mendapatkan surat adalah SMA.  Di antaranya yang mendapatkan antara lain SMA di kecamatan Way Jepara, Jabung, dan Brajaselebah.

 “Kami sedang mengkaji secara nasional bentuk pelanggaran pengiriman surat
secara masif ini”, kata dia. (Mashuri Abdullah)