Beranda News Nusantara Lokalisasi Gang Dolly Malam Ini Resmi Ditutup

Lokalisasi Gang Dolly Malam Ini Resmi Ditutup

483
BERBAGI
Demo menolak rencana penutupan lokalisasi Gang Dolly di Surabaya, beberapa waktu lalu. (Foto dok Bhirawa)

SURABAYA, Teraslampung.com – Gang Dolly dan Jarak, tempat prostitusi di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, malam ini (Rabu, 18/6) resmi ditutup. Penutupan areal bisnis seks itu mendapatkan tentangan dari sejumlah warga yang menggelar aksi sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, pada Rabu pagi, ratusan warga menutup jalan masuk menuju Gang Dolly.

 Acara penutupan Gang Dolly secara resmi digelar di Gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari, dan warga sekitar Dolly.

“Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif. Kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan,” kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

Mensis mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, yakni Dolly dan Jarak.

“Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan Pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini,” katanya.

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya adalah menjadikan Kelurahan Putat Jaya bebas prostitusi, siap beralih profesi, serta meminta aparat menindak tegas praktik prostitusi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak demi suksesnya acara ini. Ia mengatakan, masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

“Ini program kemanusiaan. Maka kami menyepakati apa yang diminta Bu Wali Kota untuk menutup Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, setelah ditutup memang berkurang,” katanya.

Soal pengembalian PSK ke daerah asalnya, Soekarwo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jawa Timur untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari Kemensos sebesar Rp 7 miliar dan Gubernur Jatim sebesar Rp 1,5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan rasa syukurnya karena penutupan Gang Dolly akhirnya bisa terlaksana meskipun sempat mendapatkan tentangan keras dari sejumlah pihak, terutama dari para penghuni Gang Dolly dan masyarakat sekitarnya.

“Alhamdulillah, saya lega. Ke depan tinggal bagaimana membantu merujudkan harapan masyarakat untuk bisa tetap sejahjtera meskipun tempat mereka selama ini mencari nahkah ditutup,” kata dia. (Aan)

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaPemadaman Listrik di Lampung Masih Berlanjut
Artikel berikutnyaSerpihan Catatan Pendidikan buat Capres 2014-2019 (1)
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya