Lomba Asah Terampil, Ajang Ekspresikan Pengetahuan Petani Lamsel

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com 

Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA memberikan pertanyaan ekskusif kepada peserta  Lomba Asah Terampil Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang digelar dilapangan Tenis Indoor Kalianda, Kamis (18/12).

KALIANDA – Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Selatan, menggelar lomba asah terampil antar petani berprestasi dari 17 kecamatan se- Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (18/12).

Acara lomba asah terampil antar petani tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014 dengan mengambil tema “Lomba Asah Trampil Media Pengembangan Diri, Menjalin Kemitraan dan Meningkatkan Daya Saing Produk Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menuju Masyarakat Ekonomi Asean” ini, berlangsung di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda dan dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza SZP.

Kepala BP4K Lamsel Ir. Noviar Akmal mengatakan, dilaksanakannya lomba asah terampil antar petani Lamsel ini, dalam rangka mengekspresikan pengetahuan sumber daya manusia (SDM) para petani dalam hal pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan (PPK) di kabupaten serambi Pulau Sumatera ini.

Menurut Noviar, kegiatan lomba asah trampil pertanian, perikanan dan kehutanan yang dijaman pemerintahan Presiden RI Soeharto dulu terkenal dengan sebutan kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca dan pirsawan) ini, sekarang nyaris hilang tidak terdengar lagi.

Padahal, lomba ini (asah terampil, red) memiliki fungsi yang sangat efektif sebagai wadah kompetisi antar petani berprestasi, untuk mengekspresikan pengetahuan SDM Penyang dimiliki petani dalam hal pembangunan PPK.

“Maka dari itu, kegiatan yang dulunya berjuluk kelompencapir ini kami populerkan kembali. Sehingga, kegiatan ini bisa dijadikan ajang kompentisi antar petani se-Kabupaten Lampung Selatan, guna mendapatkan SDM petani handal dalam menggali potensi dan pengetahuan serta keterampilan petani. Sehingga nantinya, bisa membantu para penyuluh dalam memberikan informasi teknologi, penguatan kelembagaan tani, serta pemasaran kepada para petani dilingkungannya,” ujar Noviar.

Noviar menjelaskan, tujuan lomba asah trampil PPK ini adalah sebagai ajang kompentisi pengetahuan dan keterampilan antara petani berprestasi dari masing-masing wilayah binaan perkecamatan. Selain itu, sebagai tempat berbagi informasi antar petani dalam bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam usaha tani.

“Kegiatan ini kami lakukan, untuk merangsang (stimulasi,red) para petani sebagai pelaku utama untuk terus melakukan kreatifitas, inovasi, effisiensi dalam berusaha tani untuk masuk dalam gelangang globalisasi yang sangat kompentitif yaitu era masyarakat ekonomi asean (MEA) tahun 2015,” jelasnya.

Ini juga, merupakan peluang bagi petani di Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam wadah gapoktan. Oleh karena itu, BP4K Lamsel akan selalu mengingatkan, agar para petani harus mampu bersaing dan terus memperkuat organisasi kelembagaan tani di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza berpesan kepada seluruh petani Lamsel, agar lomba asah terampil ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk mengejar juara dan hadiah. Namun, diharapkan ilmu pengetahuan mengenai PPK yang disampaikan dapat diserap, sebagai bekal untuk melakukan praktik di lapangan.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan asah terampil yang dilaksanakan BP4K ini. Dimana, kita bisa bersaing secara sehat dan baik, terutama bersaing dalam ilmu pengetahuan. Sehingga, nantinya bisa meningkatkan hasil produksi pertanian dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat secara umum,” katanya.

  • Bagikan