Beranda Teras Berita Lomba Baca Puisi Ansor Berhadiah Motivasi Sidik Jari

Lomba Baca Puisi Ansor Berhadiah Motivasi Sidik Jari

85
BERBAGI

BLAMBANGAN UMPU, Teraslampung.com–Untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam mengampanyekan migrasi aman dan mencegah terjadinya perdagangan orang, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung menggelar lomba baca puisi migrasi aman dengan hadiah motivasi sidik jari.

 “Lomba terbuka bagi pelajar SMA sederajat di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Hadiah diperebutkan ialah trofi, piagam, uang pembinaan sejumlah Rp600 ribu. Tiga pemenang lomba masing-masing akan mendapatkan door prize senilai Rp250 ribu, yakni motivasi sidik jari dari Motivator, Observer, Service, Totally atau disingkat De MOST,” ujar Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Waykanan Heri Amanudin di Blambangan Umpu, Minggu (15/2).
   
Untuk menyukseskan lomba tersebut, PC GP Ansor Way Kanan menggandeng Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP Nurul Huda Sukaraja Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan.
   
Menurut Heri, lomba yang terselenggara atas kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM tersebut berlangsung Senin 2 Maret 2015, pukul 08.00 WIB hingga selesai di kantor bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan PC GP Ansor Waykanan, di jalan Jenderal Sudirman Km 1 Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung.
   
“Kami berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan Gino Vanollie membuka lomba tersebut,” ujar dia lagi.
    Materi puisi dilombakan tersebut sama dengan lomba baca puisi online migrasi aman GP Ansor Way Kanan, yakni puisi-puisi yang mengisahkan lika-liku hingga penderitaan buruh migran sebagai peringatan pentingnya perlindungan bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baik dari sisi internal (calon pekerja) atau sisi eksternal (pemerintah).
   
Puisi-puisi yang ditetapkan panitia untuk dibaca peserta ialah “Soli Gadis Sumba” karya Rieke Dyah Pitaloka, “Balada TKI” karya Heru Sutadi, “Elegi Nirmala Bonet” karya Mega Vristian dan “Intan Terpendam” karya Dinda Astri seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Lampung-Indonesia, semuanya bisa dicari di google.
   
Salah satu dewan juri lomba tersebut ialah Minarno atau Nano Adipura, Ketua Komunitas Ranggon Sastra 2010-2012, Ketua Hima Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta Jakarta 2011-2012, penggiat Teater Sarung Jakarta Timur dan Komunitas Planet Senen tahun 2010 serta penggagas sastra masuk sekolah (SMS) di tahun 2012.
 
 “Dewan juri ada tiga, kami memilih dewan juri yang berkompeten dan independen,” papar Heri lagi.
   
Terkait motivasi sidik jari, pelajar SMKN 1 Blambangan Umpu, Way Kanan, Hartapia mengaku beruntung bisa mengikuti program De Most.
   
Menurut Hartapia, motivasi sidik jari membuat dia berani mengambil keputusan karena mengerti apa yang harus dilakukannya seiring diketahui bakat, minat dan potensi dimilikinya.
   
“Kami bekerjasama dengan De Most untuk mencegah supaya orang tidak salah jalan mengingat sebagian besar sarjana menurut data Bappenas tahun 2009 banyak yang menganggur akibat salah memilih jurusan saat kuliah atau tidak sesuai bakat, minat dan potensi dimilikinya,” kata Heri menambahkan.
   
Menurut Heri, salah satu door prize lomba adalah motivasi sidik jari yang akurat dan ilmiah dari De Most. Door prize diharapkan membawa manfaat bagi pemenang lomba, seperti mengetahui dominasi kecerdasan yang dimiliki melalui konsep “Multiple Intelligence”, gaya belajar, kuadran pekerjaan dan karakter/personaliti yang ada didalam diri sehingga bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan diri.
   
“Kontribusi peserta untuk mengikuti lomba tersebut Rp25.000, digunakan untuk konsumsi mengingat dalam sejumlah perlombaan puisi sebelumnya, banyak peserta yang menyarankan ada uang pendaftaran namun ada konsumsi disediakan panitia,” kata Heri menjelaskan.
   
Dewan juri akan menilai pembacaan puisi berdasarkan interprestasi, vokal, gerak dan penjiwaan. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran bisa menghubungi 085609555768 atau @GPANSORWK1.
 demikian Heri Amanudin.

Loading...