Beranda Teras Berita Lomba Drum Band Pelajar se-Lampung Selatan Menuai Aksi Protes

Lomba Drum Band Pelajar se-Lampung Selatan Menuai Aksi Protes

607
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Puluhan orang tua peserta lomba dram band  meluapkan rasa ketidakpuasan atas hasil penilaian lomba drumband kepada pihak panitia dan juri, di halaman Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (4/8) sore.

KALIANDA – Acara lomba dramband antar pelajar se-Kabupaten Lampung Selatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan setempat, di Lapangan Korpri, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (4/8) pagi berlangsung meriah.

Pantauan Teraslampung.com, masing-masing grup dramband menunjukkan kebolehannya di hadapan para dewan juri dengan berbagai variasi musik dan gerak agar memperoleh nilai tertinggi untuk menjadi juara dalam ajang lomba tersebut.

Namun sangat disayangkan, ajang lomba dramband yang digelar setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Lampung Selatan, untuk kali ini menuai aksi protes dari para penonton khususnya para orang tua dari peserta yang mengikuti perlombaan tersebut.

Informasi yang diperoleh Teraslampung.com, aksi protes itu muncul, disaat pihak panitia mengumkan para juara hasil penilaian dari dewan juri, dimana sebagai juara I (satu) untuk tingkat sekolah dasar (SD) diraih oleh SDN 1 Way Urang, Kecamatan Kalianda, Juara II SDN 3 Way Urang, Kalianda dan Juara III diraih oleh grup dramband dari SD yang ada wilayah Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.  (Baca: Sambut HUT RI, Dinas Pendidikan Lampung Selatan Gelar Lomba Drumband Pelajar).

Bahkan, aksi protes tidak hanya datang dari kalangan penoton dan orang tua peserta lomba saja, tetapi juga dari salah guru pendamping grup drumband sekolah dasar yang ada di wilayah Kecamatan Kalianda.

“Kami merasa kecewa mendengar hasil dari penilaian dewan juri pada lomba kali ini. Sudah jelas-jelas yang juara satu saat tampil mendapatkan bendera merah (finalti, red) dari juri, kok bisa meraih juara satu. Bahkan, saat atraksi sang mayoret tongkatnya pun sempat terjatuh, sudah jelah itu mengurangi nilai. Padahal, banyak peserta drumband dari sekolah lain yang jelas-jelas bagus penampilannya, ada apa ini?, saya yakin ini pasti ada permaianan dalam penilaiannya,” ujar guru pendamping grup dramband dari salah satu sekolah dasar yang namanya enggan disebutkan, saat menghubungi Teraslampung.com melalui sambungan telepon, malam tadi.

Guru pendamping itu berharap, untuk perlombaan yang akan datang, sebaiknya pihak panitia menghadirkan para juri dari luar wilayah Lampung Selatan. Sebab menurutnya, jika panitia lomba masih mengundang dewan juri asal Lampung Selatan, ia berkeyakinan setiap lomba pasti tidak akan ada hasil penilaian yang sempurna.

“Ya ini hanya sebatas koreksi saja untuk pihak panitia penyelenggara, agar lomba dramband tingkat Kabupaten Lampung Selatan ini memperoleh juara yang benar-benar hasil penilainnya  murni tanpa ada rekayasa. Penilaiannya harus fair dan sesuai dengan penampilan grup drumband itu sendiri, jangan mentang-mentang pihak sekolahnya dekat dengan juri, lantas bisa meraih juara satu,” katanya dengan nada kesal.

Sementara itu, Nursyamsi HZ selaku Ketua Dewan Juri lomba dramband antar pelajar se-Kabupaten Lampung Selatan mengaku, bahwa hasil penilaian yang dilakukan para juri lomba sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, tanpa ada rekayasa.

“Ya sudah biasa kalau ada yang protes dalam setiap perlombaan, itu hak mereka. Mungkin mereka tidak puas dengan hasil yang sudah diperoleh. Yang jelas, kami selaku juri sudah melakukan penilaian semaksimal mungkin dan fair tanpa ada yang direkayasa,” pungkasnya.

Loading...