Longsor Banjarnegara: 51 Korban Tewas Ditemukan, 57 Korban akan Dicari Selasa

  • Bagikan
Para relawan mengevakuasi seorang korban longsor di Desa Jemblung, Karangkoban,Banjarnegara,Jateng. (Foto: thejakartapost.com/AP)

BANJARNEGARA, Teraslampung – Hujan deras dan cuaca buruk membuat operasi pencarian korban longsor di Desa Desa Jemblung, Karabangkobar, Kabupaten Bajjarnegara, Jawa Tengah, harus dihentikan, Senin petang (15/1). Hingga Senin petang, data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan  51 korban tewas telah ditemukan, sedangkan  57 jiwa korban lainnya masih harus dicari.

“Pada hari ini tim gabungan berhasil menemukan 12 jenasah. Dari 51 korban tewas 45 sudah diidentifikasi dan 6 jenasah belum dapat diidentifikasi.Pencarian korban akan dilanjutkan pada Selasa pagi (16/12),” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Menurut Sutopo, lebih kurang 2.000 personil tim gabungan terus bekerja mencari korban.Sebanyak 12 alat berat dari Kementerian PU Pera dikerahkan membersihkan longsoran jalan. Ruas jalan Banjarnegara-Pekalongan masih belum bisa dilalui.

Dari rekonstruksi pemetaan longsor, daerah yang terlanda longsor sekitar 17 hektare, jarak luncuran longsor dari mahkota longsor hingga titik akhir panjangnya sekitar 1,2 km.

“Material meluncur kurang dari 5 menit dan menimbun 43 rumah,” kata Sutopo..

Menurut BNPB, setidaknya ada empat penyebab terjadinya longsor di lokasi tersbut. Antara lain, pertama, material penyusun Bukit Telagalele adalah endapan vulkanik tua yang sudah lanjut dan lapuk.

Kedua, kemiringan lereng lebih dari 60%, Ketiga, pada 10-11 Des 2014 turun hujan deras sehingga tanah jenuh air dan timbul retakan di punggul bukit. Saat kejadian longsor hujan hanya gerimis.

Keempatm budidaya pertanian di Bukit Telalalele tidak menerapkan konservasi tanah dan air.

Menurut Sutopo, saat ini fokusnya adalah pencarian korban dan pembersihan jalan. “Kita perlu memberikan apresiasi kepada relawan yang semangat membantu atas panggilan kemanusiaan. Pengungsi dipenuhi kebutuhan dasarnya. BNPB akan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga menentukan skema bantuan. Kajian kerugian dan kerusakan longsor sedang disusun. Kebutuhan pemulihan juga dirumuskan. Lahan untuk relokasi yang aman sedang dikaji bersama para ahli,” katanya.

Bambang Satriaji

  • Bagikan