Longsor Banjarnegara: Korban Tewas Jadi 93 Orang, Tanggap Darurat Diperpanjang

  • Bagikan

Teraslampung.com–Pencarian korban tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, akan dihentikan, besok (21/12/2014). Meskipoun begitu, status tanggap darurat direncanakan akan diperpanjang selama 14 hari terhitung tanggal 22 Desember  2014 hingga 4 Januari 2015.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani pengungsi. “Hingga  20 Desember 2014, jumlah korban yang berhasil ditemukan sebanyak 93 orang. Selama ini operasi penanganan darurat yang terdiri dari pencarian dan evakuasi jenazah, pelayanan pengungsi, dan persiapan relokasi warga yang berlangsung sejak tanggal 13 Desember 2014 telah berjalan dengan baik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (20/12).

“Pencarian jenazah korban hingga pukul 12.00 WIB hari ini nihil. Total jenazah yg berhasil ditemukan 93 jenazah dan sesuai hasil Rapat Evaluasi tadi malam pencarian jenazah akan dihentikan pada tanggal 21 Desember 2014,” imbuhnya.
.
Menurut Sutopo, selama ini pengorganisasian Posko dan koordinasi tim operasi telah dilaksanakan dengan baik. Sistem pelaporan, rapat evaluasi harian, dan konferensi pers dilakukan secara rutin.

“Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi pada titik pengungsian di 3 Kecamatan yang ada terus dilakukan. Besarnya bantuan dari masyarakat dan pihak swasta menyebabkan kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi dengan baik & persediaan logistik yg ada sangat berlebih,” kata dia.

Data di BNPB menyebutkan, relokasi warga Dusun  Jemblung (22 KK) dan Dsn. Pencil (36 KK) sedang dikondisikan oleh pihak Pemda Kab. Banjarnegara dan saat ini proposal usulan bantuan yang akan diajukan ke pemerintah provinsi dan BNPB sedang disusun.

“Semula Dusun Jemblung ada 43 KK yang harus direlokasi ternyata hanya ada 22 KK, karena yang 21 KK meninggal semua sekeluarga sehingga tidak ada yang harus direlokasi. Lokasi relokasi sesuai rekomendasi Badan Geologi yaitu Desas Karangtengah dan Desa Ambal,” kata Sutopo.

  • Bagikan