Longsor di Sumberejo Rusak Dua Rumah Warga

  • Bagikan
ilustrasi tanah longsor (dok)

Bandarlampung, Teraslampung.com –  Tanah longsor menimpa dua rumah warga di Jl. Pancasila Lingkungan I RT 17, Kelurahan Sumberejo, Kemiling, Bandarlampung, Senin malam (22/12).

Lurah Sumberejo, Bambang Lahirahman, mengatakan longsor terjadi pada pukul 19.00 WIB. Longoran tanah itu menyebabkan dua dapur  rumah yang terletak di pinggir sungai yakni milik  Suryani (37) dan Sunardi (42) rusak.

“Setelah mendapatkan kabar, saya  langsung menghubungi Kantor kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung, dan warga sekitar.Saat itu juga pihaknya bersama warga dan dibantu BPBD bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rubuh dan pohon yang tumbang. Kini kita menunggu intruksi selanjutnya. Namun, data-data kedua warga sudah kami kumpulkan untuk ditindak lanjuti, kata Bambang, Senin malam.

Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sumberejo, Ediyanto, mengatakan, hujan yang mengguyur Sumberejo mengakibatkan tanah dipinggir sungai terkikis dan longsor.

“Tidak ada korban jiwa mas, namun diprediksikan kerugian mencapai 7-12juta karena pondasi rumah belakang rusak,” kata dia.

Edi menyatakan, pada tahun 2013 meminta lurah mengajukan kepada pak wali agar dibuat tanggul atau talud di pinggir kali. Karena, wilayah yang terjadi longsor merupakan Daerah aliran sungai (DAS), dan pada tahun 2012 juga pernah mengalami hal yang serupa meskipun tidak terlalu parah seperti tahun ini.

“Sudah cukup lama kita usulkan pada tahun 2013 namun belum terrelaisasi. Diharapkan dapat dibuat pada tahun 2015,” pungkasnya.

Sementara, pemilik salah satu rumah yang mengalami longsor Suryani (37) mengatakan, terjadinya longsor pada pukul 19.00 WIB sebelum shalat isya. Namun, pihaknya baru melaporkan pagi harinya.

Dia menceritakan, pada tahun 2012 juga pernah terjadi dan ini kali kedua di sungai yang terkenal dengan nama terusan Way Langkapura.
Saat terjadi longsor cuaca dalam keadaan hujan deras dan terjadi sejak pukul 16.00 – 19.00 WIB sebelum isya.

“Kita mengalami kerusakan, pada pondasi dan dapur. Bahkan terlihat lantai retak dan barang-barang banyak yang jatuh alat-alat motor, peralatan pertanian dan dapur. Bahkan, hanya tersisa kompor gas dan sebagian piring,” ujarnya.

Menurutnya, longsor yang terjadi pada tahun ini adalah longsor terparah setelah tahun 2012. Bahkan, hingga merusak saluran listrik dan tower air milik tetangga.

“Kerugian kita hampir Rp12 jutaan mas, gak nyangka aja bakal begini jadinya,”katanya..

Terpisah, Kepala Bidang penganggulangan bencana dan kesiapsiagaan BPBD Bandarlampung Wisnu mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga dan langsung bergerak.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan  10 orang untuk mengatasi masalah tersebut,” katanya.

Riski

  • Bagikan