Beranda News Nusantara Longsor di Tapanuli Utara, Satu Warga Meninggal Dunia

Longsor di Tapanuli Utara, Satu Warga Meninggal Dunia

296
BERBAGI
Rumah tertimbun longsor di Desa Aek Siancimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (31/1) sekitar pukul 03.00.Foto: BPBD Sumatera Utara

TERASLAMPUNG.COM — Bencana tanah longsor menelan satu korban jiwa atas nama Liberti Lumbantobing (12) warga Desa Aek Siancimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (31/1) sekitar pukul 03.00.

“Tanah longsor menimpa satu unit rumah penduduk atas nama Kisar Lumban Tobing, mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Liberti Lumban Tobing, 12 tahun,” kata Kepala BPBD Sumatera Utara,  Riadil Akhir Lubis, Jumat (31/01/2020) siang.

Riadil mengatakan, BPBD Kabupaten Tapanuli Utara telah mengevakuasi korban meninggal dunia dan korban luka-luka ke rumah sakit terdekat.

“Selain melakukan evakuasi, BPBD juga telah menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban dan mengungsikan korban yang selamat ke rumah keluarga lain,” terang Riadil.

Menurut Riadil,  berdasarkan analisisi data dari BMKG dan Badan Geologi, maka tindakan peringatan dini secara umum telah disampaikan sebelumnya melalui Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara kepada semua Bupati/Wali Kota se-Sumut agar masing-masing daerah mengecek ulang seluruh permukiman yang berada di seputaran daerah aliran sungai (DAS), sempadan sungai dan perbukitan.

“Melalui Surat Edaran Bapak Gubernur juga telah dihimbau kepada seluruh Bupati/Wali Kota menyiapkan posko bencana 24 jam dan meningkatkan kesiapsiagaan, menyediakan dana cadangan (kontijensi) melalui BPBD (Belanja Tidak Terduga/BTT) untuk masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Selanjutnya melalui Surat Edaran Gubernur tersebut juga dihimbau agar pemerintah daerah selalu berkoordinasi dengan TNI/Polri dan lembaga lainnya bila terjadi bencana, dan juga mengaktifkan rencana kontijensi (Renkon) dan SOP bila terjadi bencana alam, serta selalu men-standby-kan alat-alat berat di beberapa titik yang berpotensi longsor.

Sebelumnya, pada Rabu (29/1/2020) bencana banjir dan longsor juga terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sembilan orang meninggal karena tertimbun longsor.

Ke-9 warga yang meninggal adalah: Adwirzah Tanjung (60) warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus;  Idwarnisa (58) warga Padang Masiang, Kecamatan Barus; Bismar Marpaung (50) warga Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi;

Kemudian: Juster Sitorus (55) warga Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi; Pardamean br Manalu (85) warga Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi; Abdul Rahman (72) warga Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi.

Esrin Pane (48) warga Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi; Brisman Marbun (30) warga Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi; Ramalan Simanjuntak (40), warga Desa Parik Sinomba, Kecamatan Barus Utara.

Data BNPB menyebutkan, wilayah Tapanuli Tengah yang terdampak banjir dan longsor ada enam kecamatan. Yaitu Sorkam,  Pasaribu Tobing,  Sitahuis, Sarudik, Andam Dewi, dan Barus.

 

Loading...