Beranda News Nasional Mabes Polri Buru Pemilik dan Penerima 1,6 Ton Sabu

Mabes Polri Buru Pemilik dan Penerima 1,6 Ton Sabu

761
BERBAGI
Kapal Win Long yang sandar di dermaga Kanwil DJBC Kepri (Foto: Batamnews)
Kapal Win Long yang sandar di dermaga Kanwil DJBC Kepri (Foto: Batamnews)

TERASLAMPUNG.COM Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba Bareskrim Polri,Sabtu,24 Februari2018, sudah mengantongi identitas seseorang yang memerintahkan empat pelaku membawa sabu -sabu sbeerat 1,6 ton. Barang haram itu masuk ke Indonesia lewat perairan Karimun dengan Kapal Win Liong asal Taiwan berbendera Singapura,Jumat (23/2/2018).

BACA:  Kapal Pengangkut Satu Ton Sabu Ditangkap di Perairan Karimun

“Mereka diperintahkan oleh seseorang dari Negara China membawa ke Indonesia,” ucap Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba Kombes Krisno Siregar‎ di Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Meskipun begitum Krisno mengaku belum bisa mengungkapkan jati diri orang yang memberikan perintah itu.

“Sebab,  dalam jaringan narkotika bersifat internasional para pelaku memang teroganisir dalam melakukan kordinasi satu sama lainnya. Biasanya jaringan internasional melakukan sistem terputus dengan alur yang rumit untuk ditebak. “Narkoba itu sistem terputus yang complicated. Jadi ada beberapa layer layer lagi bisa sampai pada master mind tergantung dari hasil penyidikan dan belum bisa menyimpulkan,” kata Krisno.

Krisno mengaku polisi juga telah mengantongi pihak pengendali dan penerima dari narkotika tersebut. Krisno menduga pihak penerima berasal dari Indonesia.‎ Polisi saat ini sedang memburunya.

BACA: 24 Jam Cari Sabu di Kapal Win Long, Petugas Lanjutkan Pencarian

“Ada pengendalinya dan di Indonesia ada penerimanya. Kami tidak bisa beri tahu karena ini teknis penyidikan,” tutur dia.

Kemungkinan besar barang haram itu akan diedarkan di Indonesia. Pendalaman mengenai hal itu terus dilakukan pihak kepolisian. Salah satunya memerika empat tersangka yang telah diamankan.

“Mungkin saja di Indonesia atau mungkin tempat kita dijadikan transit untuk diedarkan ke tempat lain. Jadi ini mereka kan kurir atau transporter. Ada pihak lain yang mengetahui dimana di edarkan. Mereka diperintahkan oleh seseorang dari China membawa ke Indonesia,” katanya.

Terkait modus peredaran Sabu melalui jenis Kapal ikan, diakui Krisno, bukanlah yang pertama kalinya.

Menurut Krisno, modus yang sama dengan memindahkan Sabu dari Kapal Induk ke Kapal kecil-kecil lainnya sebelumnya pernah ada. Pihak TNI AL dan petugas gabungan lainnya sebelumnya berhasil menangkap satu Kapal MV Sunrise Glory yang juga membawa narkotika jenis Sabu sekira 1,3 ton. ‎

“Modus seperti itu pernah kami temukan dari mother ship ke daughter ship,” ujar Krisno.

Penangkapal Kapal Win Liong yang mengangkut sabu-sabu seberat 1,6 ton berawal ketika Satgas Gabungan Polri mengamankan satu unit Kapal ikan berisi Jaring Ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura dan tidak terdapat dokumen serta surat-surat kapal.

Dalam penangkapan itu, polri juga mengamankan empat warga negara asing, mereka adalah, Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43) yang merupakan nahkoda Kapal dan Liu Yin Hua (63).‎

Keempat pelaku dan Sabu 1,6 sudah dibawa ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Keempat pelaku ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Loading...