Beranda Ekbis Bisnis Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014

Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014

199
BERBAGI
 Ketua Dekranasda Rina Marlina Bustami Zaenudin (kiri) memamerkan Madu  Way Kanan. (Ist)

BLAMBANGAN UMPU, Teraslampung.com — Produksi madu Way Kanan, binaan Pimpinan Cabang GP ANSOR, Tim Penggerak PKK, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung berpartisipasi meramaikan “Jogja Tourism, Trade, and Investment Expo 2014” mulai 20 hingga 23 November 2014 di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.
   
Sekretaris Dekranasda Way Kanan, Madio, di Yogyakarta saat dihubungi melalui ponselnya Sabtu (22/11) mengatakan, selain madu, Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga memamerkan batu akik khas daerah yang berada di ujung utara Provinsi Lampung atau berjarak sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung tersebut.
   
“Madu binaan ANSOR, PKK dan Dekranasda, kopi bubuk, keripik dan produksi olahan makanan dan barang dari Way Kanan seperti batu akik kita tampilkan pada pameran ini,” ujar Madio.
   
Madu Way Kanan tersebut, demikian Madio menjelaskan, diluncurkan pada Kamis (13/11) di areal Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi di kilometer 5 Kelurahan  Blambangan Umpu, Way Kanan oleh Ketua Dekranasda Rina Marlina, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Solihin VI Kiai Iskandar dan Ketua PC GP ANSOR setempat Gatot Arifianto.
   
“Dekranasda sangat tertarik untuk bekerjasa sama dengan GP ANSOR Way Kanan. Ketertarikan ini kami wujudkan dengan memberikan pinjaman lunak Rp10 juta untuk bekerjasama dan membuat usaha,” ujar Rina yang juga dosen STAI Al Ma’arif Baradatu, Way Kanan itu pula.
   
Istri Bupati Way Kanan Bustami Zainudin itu mengaku, sering sedih melihat banyaknya pemuda menyodorkan berbagai kegiatan tapi tidak ada usahanya.
   
“Saya telah berkomunikasi, mendengar, melihat kiprah GP ANSOR Way Kanan, ada yang lain dari ANSOR Way Kanan. Saya merasa organisasi yang aktif ini ialah wadah untuk berkreativitas bagi pemuda. Karena itu, kami tertarik bekerjasama dengan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini,” ujar Rina lagi.
   
Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur Aan Anshori merespon positif atas upaya peluncuran madu Way Kanan itu. “Keren euy!” Cuitnya melalui akun twitter @aananshori  pada 11:50 PM – 13 Nov 14. Senada Aan, penggiat Gusdurian Kota Malang Anas Ahimsa juga mengapresiasi positif upaya pemuda NU di Way Kanan. Anas berpendapat, pemberdayaan warga NU melalui ekonomi perlu dilakukan.    
   
 “Organisasi tidak hanya membutuhkan semangat dan niat baik. Tapi perlu pula ditopang dengan dana jelas lagi kontinu, dan jalan ideal mendapatkannya adalah dengan tidak menengadahkan tangan, namun dengan kreativitas dan upaya halal,” ujar Gatot.
   
Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan dan  Batin  Bangsawan itu menambahkan, usaha madu ini merupakan langkah awal GP ANSOR Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha.
   
“Selain untuk menggelorakan semangat wirausaha pada kader, kami juga melihat manfaat baik  dari madu terkait kesehatan. GP ANSOR Way Kanan sedang mengkaji peluang koperasi usaha selain memasarkan madu asli hutan Sumatera. Semoga secepatnya bisa terealisasi,” kata Gatot yang juga

Koordinator Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung itu pula.
   
Harga jual madu per botol sirup besar Rp75.00 . 2,5 persen hasil dari harga jual madu itu nantinya akan disumbangkan atau menjadi hak milik anak yatim yang salah satunya akan dititipkan melalui PantiAsuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu.

“GP ANSOR Way Kanan berkomitmen untuk berkarya dan beramal guna mewujudkan visi Program Digdaya atau Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat,” ujar Gatot.

Loading...