Mafia Migas dan Pertanian

  • Bagikan
goodolewoody.me

Oleh Nusa Putra

Harian Media Indonesia, Sabtu 15 November 2014 pada halaman 2, di bawah judul berita “Koalisi Prabowo Berbeda Pendapat”, menjelaskan, menurut Ikrar, KMP terus berupaya mengganggu pemerintahan tidak semata karena persoalan politik atau kekalahan dalam pilpres, tetapi ada dorongan motif ekonomi lantaran Jokowi ingin menghabisi mafia migas dan pertanian.

Sangat disayangkan tidak ada penjelasan lebih lanjut apa yang  dimaksud dengan keterangan Ikrar di atas. Dengan demikian berbagai tafsir bisa berkembang menjadi sangat liar.
Apa kepentingan KMP dengan keinginan Jokowi menghabisi mafia migas dan pertanian? Apakah ada unsur di dalam KMP yang terkait langsung atau tidak dengan mafia migas dan pertanian? Apakah KMP diuntungkan oleh mafia migas dan pertanian, karena itu melakukan berbagai upaya untuk mengganggu pemerintahan Jokowi-JK? Jika ada pihak di dalam KMP yang terkait dan diuntungkan oleh keberadaan mafia migas dan pertanian, mengapa tidak diungkapkan saja? Agar rakyat bisa mengetahui dengan seterang-terangnya dan tidak ada dusta serta fitnah.
Keterangan yang rinci perlu diberikan karena sejak pilpres berbagai informasi yang tidak akurat, kampanye hitam, dan fitnah telah sangat berkembang. Akibatnya bukan hanya suasana politik di kalangan elit yang gonjang-ganjing, juga memunculkan pertentangan tajam dalam masyarakat.
Keterangan rinci juga dibutuhkan agar masyarakat jangan sampai berfikir bahwa dua tokoh utama KMP yaitu Prabowo dan Aburizal Bakrie menjadi sasaran tuduhan. Sebab kedua tokoh ini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak dalam bidang migas, pertambangan dan perkebunan. Bahkan Prabowo dan Fadli Zon masih merasa diri sebagai pimpinan HKTI, organisasi yang menghimpun para petani. Pastilah ada urusan dan kepentingan mengapa kedua orang ini menjadi pimpinan organisasi itu.
Media massa mencatat Prabowo dan Aburizal memiliki banyak perusahaan. Migas dan perkebunan atau yang terkait dengan perkebunan dan kehutanan merupakan perusahaan utama mereka.

Berikut adalah penjelasan media tentang perusahaan keduanya.

Prabowo terjun ke bisnis setelah dia dipensiun paksa pada 1998. Saat itu, ia terbang ke Amman, Yordania banting setir menjadi pengusaha membantu adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang berkibar sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan.

Menurut seorang ekonom Gerindra, Prabowo memang memiliki perusahaan di berbagai bidang, seperti kehutanan, kertas dan bubur kertas, kelapa sawit, tambang batu bara dan perusahaan jasa.

Semua perusahaan itu berada di bawah perusahaan induk Nusantara Energy Group yang didirikan sejak November 2001. Kantor pusat grup bisnis ini berada di lantai 10, Menara Bidakara, Jakarta.

Dari pantauan VIVAnews, anak-anak perusahaan Nusantara Energy juga berkantor di Bidakara. Misalnya, PT Kertas Nusantara yang dulunya bernama PT Kiani Kertas berkantor di lantai 9 dan 10, Bidakara.
Beberapa pengurus Partai Gerindra, seperti Fadli Zon juga menjadi direksi di anak-anak perusahaan milik kelompok Prabowo. Fadli Zon yang menjadi Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, juga menjadi direktur PT Tidar Kerinci Agung, perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan data dari prabowosubianto.info, berikut ini perincian belasan perusahaan milik Prabowo:

1. PT Kiani Kertas atau PT Kertas Nusantara (kertas dan bubur kertas) 
2. PT Kiani Hutan Lestari (kehutanan & perkebunan)
3. PT Belantara Pusaka (kehutanan & perkebunan)
4. PT Tanjung Redeb Hutani (kehutanan & perkebunan)
5. PT Tusam Hutani Lestari (kehutanan & perkebunan)
6. PT Tidar Kerinci Agung (kelapa sawit)
7. PT Erabara Persada Nusantara (pertambangan)
8. PT Nusantara Wahana Coal (pertambangan)
9. PT Nusantara Kaltim Coal (pertambangan)
10. PT Batubara Nusantara Coal (pertambangan)
11. PT Kaltim Nusantara Coal (pertambangan)
12. PT Nusantara Santan Coal (pertambangan)
13. PT Nusantara Berau Coal (pertambangan)
15. PT Jaladri Swadesi Nusantara (perikanan)
16. PT Gardatama Nusantara (jasa)
17. PT Tribuana Antarnusa (jasa)(7 Mei 2009).

Sementara Vivanews pernah menulis teras berita seperti ini:

VIVAnews – Prabowo Subianto, calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memiliki belasan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Total asetnya sekitar US$ 1 miliar atau Rp 10,5 triliun.

Lain hanya dengan merdeka.com yang menulis seperti ini:
Merdeka.com – PT Bakrie&Brothers Tbk menaungi beberapa anak usaha mulai dari Bumi Resources (35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 persen), Energi Mega Persada (40 persen). Ada pula Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 persen), Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen), Berau Coal Energy hingga Viva Media Asia.(21 Maret 2013).
Terpapar dengan jelas bahwa Prabowo dan Aburizal memang bergerak dalam bisnis yang disebutkan oleh Ikrar. Tentu saja fakat-fakta ini bisa dipelintir sampai jauh. Dengan demikian mengarahkan orang untuk berkesimpulan bahwa sikap keras KMP, bahkan kengototatan Aburizal untuk kembali menjadi ketua umum Golkar, bisa jadi ada kaitannya dengan yang dikatakan Ikrar.
Bila tidak ada penjelasan terkait dengan keterangan Ikrar di Media Indonesia tersebut, bisa saja orang berkesimpulan bahwa pertarungan politik yang terjadi sekarang ini antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat merupakan pertarungan segelintir orang yang hanya melindungi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.
Oleh karena itu kita sangat berharap, media massa sungguh-sungguh menerapak prinsip objektivitas, tidak berpihak, memberikan informasi yang akurat dan rinci. Sehingga tidak terjadi perang fitnah yang bisa meremukkan bangsa ini.
BERITA TEPAP AKURAT, OBJEKTIF DAN RINCI MEMBANTU MENUMBUHKAN SIKAP DAN KEPUTUSAN YANG TEPAT DAN BENAR.
  • Bagikan