Mahasiswa IAIN Bandarlampung Ikuti Pelatihan Jurnalistik IJTI Pengda Lampung

  • Bagikan

BANDAR LAMPUNG, Teraslampung.com – Gelaran pelatihan jurnalis oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Lampung kembali digelar di ruang belajar, Gedung E  Institut Agama Islam Negri (IAIN) Raden Intan, Bandar Lampung, Sabtu (01/11). Pada pelatihan tersebut, pesertanya bukan hanya para pelajar dari SMA/SMK seperti pada pelatihan sebelumnya, melainkan dari kalangan para mahasiswa.

Pelatihan jurnalis IJTI Pengda Lampung, diikuti oleh 50 mahasiswa-mahasiswi jurusan dakwah dan komunikasi di Institut Islam di daerah Sukarame, Bandar Lampung. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, dan pembacaan Al-quran. Acara berikutnya yakni sambutan dari pihak IAIN Bandar Lampung dan perwakilan IJTI Pengda Lampung.

Dalam sambutanya, seketaris IJTI Pengda Lampung, Sugiyanto yang merupakan sebagai jurnalis dari Trans TV ini mengatakan, pelatihan di IAIN Bandar Lampung ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan jurnalis tingkat pelajar SMA-SMK-Mahasiswa yang ke tiga kalinya dalam waktu satu bulan terakhir dalam rangka memeriahkan HUT ke-2 IJTI Pengda Lampung.

Pelatihan jurnalis ke sekolah dan perguruan tinggi bertujuan untuk mengenalkan dunia broadcast televisi sejak dini, sejak mulai di sekolah. Tema yang diangkat pada pelatihan ini “Menjadi Jurnalis Televisi..Mau..??”

Sugiyanto juga mengatakan, jurnalis merupakan profesi mulia dan menjanjikan. Kendati saat ini image jurnalis kurang baik akibat ulah oknum jurnalis yang menyalah gunakan profesinya sebagai jurnalis, namun secara tidak langsung dunia jurnalis saat ini berkembang pesat.

Terbukti perusahaan media sekarang ini banyak bermunculan dan menjamur saat ini. Hal tersebut tentunya seiring dengan kebutuhan sdm yakni jurnalis.

“Untuk profesi jurnalis ini, dipastikan juga akan menjadi idola. Mengingat menjamurnya perusahaan media saat ini dan terlebih lagi, kebutuhan jurnalis itu akan terus meningkat saat era digital mendatang,” ucap Sugi dalam sumbuatanya didepan mahasiswa, Sabtu
(1/11).

Sementara itu, Dekan 1 dari fakultas dakwah dan komunikasi IAIN, Prof.Dr.H.Achlemi HS.MA mengatakan, ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalis ini. Teori kejurnalistikan bisa mnejadi dasar ilmu fakultas dakwah dan komunikasi. “Setiap tahun, IAIN Bandar Lampung prioritaskan pelatihan pelatihan
teoritis dan praktektis,” kata dia.

Dikatakannya, pelatihan peningkatan skill dan keteranpilan mahasiswa. Ia juga berharap lulusan fakultas dakwah tidak hanya menjadi sarjana yang bingung karena tidak miliki ketrampilan atau skil. Dengan adanya pelatihan ini (IJTI Pengda Lampung)tentunya juga
bisa menjadi penguatan kompetensi untuk meningkatan kwalitas dan kwantitas masing masing individu mahasiswa.

Untuk menujang peningkatan ketrampilan mahasiswa, sambung Prof. Achlemi, pihak IAIN Bandar Lampung juga bekerjasama dengan sejumlah media yang ada seperti media cetak, radio dan televisi. Dengan kerjasama tersebut, hasilnya lebih baik kwalitas mahasiswa.

“Sebagian lulusan fakultas dakwah, sudah ada yeng berkerja di sejumlah perusahaan media televisi di Lampung dan Jakarta. Selain itu juga ada yang bekerja di media cetak di tanah tapis berseri ini. Pelatihan jurnalis oleh IJTI Lampung ini, sangat berguna karena di fakultas dakwah dan komunikasi juga ada mata kuliah jurnalistiknya,” jelas dia.

Pelatihan diawali dengan pengenalan IJTI Lampung, oleh ketua IJTI Lampung, Ferbriyanto Ponahan. Sementara itu Jefri Ardi selaku Kabid organisasi IJTI Pengda Lampung dan Imam Setiawan, yang keseharinya sebagai jurnalis Metrotv wilayah
Lampung bertugas sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan jurnalis televisi ini, mahasiswa diajarkan dan dikenalkan dengan dunia broadcast televisi. semua peserta dilibatkan dalam platihan, karena pelatihan tidak hanya teori saja melainkan diikutkan denga pelatihan praktek sekaligus. Pelatihan difokuskan pengenalan redaksi, studio, kamera, tekhnik pengambilan gambar video dengan benar, pembuatan dan sampai produksi sebuah berita televisi untuk siap disiarkan.

Dalam pelatihan ini, para mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 peserta dan setiap kelompok, pesertanya mempunyai tugas yang berbeda-beda layaknya sebuah strukur di redaksi. Yakni mulai yang bertugas sebagai kamerawan, reporter, editor, pengisi suara (dubber) ,presenter, korlip, produser dan pimred.

Berita yang sudah dikumpulkan oleh kolaborasi reporter-kameramen, hasilnya kemudian diserahkan ke editor dan dubber. Produksi berita, dilanjutkan ke koreksi oleh korlip dan produser. Pimred di sini bertugas yang bertanggung jawab atas kerja dari anak buahnya yang dibatasi dengan waktu.

Setelah selesai produksi, hasil berita yang dibuat kemudian ditayangkan didepan peserta pelatihan dan panitia.dari hasil siaranya, lima peliputan yang dibuat masing masing kelompok sudah layak menjadi sebuah berita televisi yang baik.

Zainal Asikin

  • Bagikan