Beranda Pendidikan Kampus Mahasiswa IBI Darmajaya Ciptakan Panel Surya Dinamis

Mahasiswa IBI Darmajaya Ciptakan Panel Surya Dinamis

40
BERBAGI
Jupri Apriyadi dan panel surya dinamis ciptaannya.

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Sebagai energi alternatif, panas matahari merupakan sumber energi yang potensial dan sangat melimpah. Untuk mendapatkan energi tersebut dapat memanfaatkan panel surya yang mampu menyimpan energi dari cahaya matahari. Sayangnya selama ini pemanfaatan panel surya masih belum maksimal.

Menyiasati hal ini, Jupri Apriyadi, mahasiswa institut informatika dan bisnis (IBI) Darmajaya menciptakan pengatur pergerakan panel surya berdasarkan jam digital. Alat ini telah disesuaikan dengan pergerakan matahari dari pagi hari hingga sore.

“Alat ini bergerak selama 11 jam dengan pergerakan 15 derajat setiap jamnya, sehingga total gerakan alat ini yakni 165 derajat. Jika berdasarkan waktu, alat ini bergerak dari pukul 06.00 Wib hingga 17.00 Wib, bertepatan dengan mata hari terbit dan terbenam” jelasnya.

Lanjutnya, panel surya digerakan dengan alat yang disebut motor servo, sementara settingan waktu menggunakan prosedur Real Time Clock dan Mikrokontroler ATMega 16 sebagai basis dalam rangkaian. Dikatakan mahasiswa asal Metro ini, alat ini terus bergerak secara otomatis, tanpa perlu setingan ulang.

“Alat bergerak dari posisi 0 derajat hingga 165 derajat, pada posisi 165 derajat inilah alat akan berhenti kembali ke 0 derajat dan alat ini kembali bekerja otomatis sesuai dengan pengaturan waktu yang ditetapkan. Ini menjadi kelebihan alat saya, dimana pengoperasian pada alat lebih stabil dan dapat dilakukan secara otomatis.” tandasnya.

Kelebihan lain dari alat ini, Jupri menambahkan, dapat memaksimalkan penyerapan energy matahari. Sebagaimana yang diketahui, proses penyerapan panas matahari paling tinggi ketika panel surya berada sejajar dengan matahari.

“Pergerakan panel surya yang saya buat mengikuti gerak matahari, ini membuat posisi panel surya senantiasa menghadap matahari. Tentunya ini akan memaksimalkan penyerapan energy karena posisi mereka yang selalu sejajar. Berbeda dengan panel surya statis, posisi sejajar dengan matahari mungkin terjadi hanya pada siang hari pada kisaran pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, saat matahari sedang terik-teriknya” ujar Jupri yang mengaku sempat gagal 30 kali saat melakukan percobaan alat.

Wakil Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE.MA., menuturkan dalam dunia pendidikan penelitian penting dilakukan mahasiswa untuk memotivasi kemampuan berkomunikasi secara ilmiah, serta mendorong mahasiswa agar mengembangkan wawasan dan sikap ilmiah.

“Inilah yang senantiasa dilakukan IBI Darmajaya. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif untuk meneliti dan menciptakan inovasi-inovasi terbaru yang kemudian dituangkan dalam karya ilmiah. Sejauh ini iklim penelitian di IBI Darmajaya sudah cukup baik dan akan terus kami kembangkan menjadi lebih baik lagi” tegas Andi.(*)