Beranda Pendidikan Kampus Mahasiswa UBL Juarai Lomba Debat Ilmiah Mahasiswa se-Lampung 2017

Mahasiswa UBL Juarai Lomba Debat Ilmiah Mahasiswa se-Lampung 2017

513
BERBAGI
Tim Debat Fisip UBL, M. Ardiansyah, Rantika Wahyuna dan Irwin didampingi Kaprodi NA UBL menerima piala dan sertifikat, Jumat (19/5/2017),setelah menjuarai I Lomba Debat Ilmiah Mahasiswa disela Pekan Olahraga dan Ilmiah 2017, se-Lampung. (Dok. Foto M. Ardiansyah/BMHK UBL).

TERASLAMPUNG.COM — Tim mahasiswa Universitas Bandar Lampung yang terdiri dari M. Ardiansyah, Rantika Wahyuna, dan Irwin menjadi juara pertama Lomba Debat Ilmiah Mahasiswa se-Lampung 2017 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Jumat lalu (19/5/2017).

Juru bicara tim debat Fisip UBL M. Ardiansyah, menegaskan untuk menjuarai lomba bertajuk ‘Aku Untuk Indonesia’ itu. Tim Debat Fisip UBL harus berkompetisi dengan sejumlah  tim perguruan tinggi se-Lampung. Termasuk sering berjumpa dengan tim debat kuat diberbagai lomba debat ilmiah lainnya.

“(Menjadi juara) setelah kami berhasil melewati 20 tim, dengan satu kampus bisa kirim lebih satu tim. Alhamdulillah, kami mampu mengalahkan 4 kampus kompetitor terkuat di semifinal. Termasuk menghentikan dominasi dan determinasi tim tuan rumah. Bahkan, bisa unggul dari tim yang sama ikut lomba debat ilmiah nasional, di Universitas Negeri Yogjakarta (UNY),”imbuhnya.

M. Ardianyah mengakui kampus UBL banyak mengirim tim debat hingga empat. Bahkan tiga tim diantaranya dari Fakultas Hukum (FH). Secara teknis selama lomba, tim Debat Fisip UBL harus meneksplorasi 21 mosi, baik sebagai tim yang pro maupun kontra terhadap tema. Tentunya harus ditelaah berdasarkan diferensiasi sisi pendalaman kajian keilmuan.

“Beberapa tema mosinya yakni wajib hukuman mati bagi para koruptor, maraknya berita bohong/hoax, kebudayaan aset utama menghadapi era globalisasi, globalisasi sikap mengakibatkan disintegrasi bangsa, dan banyak lagi,”ucapnya.

M. Ardiansyah mengaku, untuk menjadi juara,  timnya memiliki berbagai strategi. Pihaknya juga memperhatikan berbagai kategori penilaian dari juri, yakni penyampaian argumentasi, substansi materi, argumentasi mampu meyakinkan khalayak, hingga argumentasi memiliki solusi.

Selain itu, selama pendidikan dan latihan (diklat) pihaknya dibimbing langsung Dekan Fisip Dr. Drs. H. Yadi Lustiadi, M.Si dan Kaprodi Administrasi Publik Dr. Ida Farida, M.Si.

“Hasil gemblengan beliau berdua, tidak hanya menambah refrensi diluar pelajaran kelas. Kami diberi kebebasan mengeksplorasi, memahami dan memberikan solusi dari berbagai fenomena masyarakat, dalam beragam kajian keilmuan. Terlihat dari debat ini, mahasiswa berperan menawarkan ide, gagasan dan keintelektualitasan, yang dapat membantu kerja pemerintah,”terangnya

Rantika Wahyuna menambahkan, untuk menghadapi debat 10-14 Mei 2017, tim debatnya menjalani pembekalan 3 minggu. Selama itu, pihaknya rutin mengadakan praktek presentasi individu maupun kelompok. Dalam mengeluarkan pendapat, melontarkan pertanyaan, dan tidak canggung tampil dipublik.

“Jadi jelas pembagian peran (peran) selama diskusi, saling memberi masukan selama lomba, bergantian menjawab pertanyaan essay, sambil membiasakan berdiskusi ilmiah dikelas,”ujarnya.

Terpisah, Dekan Fisip UBL mewakili Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA sangat mengapresiasi prestasi tim debat para mahasiswanya tersebut. Dia berharap dari prestasi ini, tim bersangkutan harus berpartisipasi diajang serupa tingkat nasional, bahkan global. Terlihat diwaktu dekat, pihaknya mempersiapkan diri jelang debat ilmiah Mahkamah Konstitusi (MK) regional Sumatera, Juni mendatang. Setelahnya menuju jenjang nasional.

“Di fakultas (Fisip), prodi (NA), hingga universitas (UBL) mahasiswa dipacu berpartisipasi dilomba yang menawarkan solusi ke pemerintah dan masyarakat. Peranan mahasiswa ini, yang berandil merubah kondisi negara kearah baik, terutama diera globalisasi. Lewat lomba debat, mereka mengakomodir kecerdasan, semangat, pembelajaran, dan harapan bersama menuju prestasi,”pungkas Yadi.

Loading...