Beranda Kolom Sepak Pojok Maju Mundur Tidak Cantik

Maju Mundur Tidak Cantik

83
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Syahrini akan tetap cantik meski dia cuma bikin ujaran ‘maju mundur cantik’ kemudian diolah sekenanya menjadi lagu. Ia laris manis sebagai pesohor. Bayarannya mahal.

Syahrini mau maju, mundur, koprol, jungkir balik, bahkan jalan mundur berhaha-hihi pun akan tetap cantik.

Kembali ke Syahrini. Maju mundurnya Syahrini akan tetap cantik. Namun, maju mundurnya Pasya Ungu, Zumi Zola, atau bahkan Ridho Ficardo tentu tak akan cantik.

Bayangkan, mereka (Pasya, Zumi, dan Ridho) yang sudah maju dan terpilih jadi kepala daerah  itu tiba-tiba mundur! Di mana letak cantik, eh, kegantengan mereka? Logikanya, seseorang yang sudah maju, duduk di kursi singgasana, dan memiliki kekuasaan harus terus maju. Maju pikirannya, maju wawasannya, maju pembangunan daerahnya. Pokoknya ada peningkatan.

Kalaupun selama memimpin daerah ternyata daerahnya tetap tidak maju-maju tidak perlu cemas. Namanya saja latihan. Pilkada mendatang bisa diulang. Tentu akan kembali berhasil kalau semua sumber dayanya kembali didayagunakan dengan baik.

Begitulah mestinya hasrat manusia pada kekuasaan dana jabatan. Jabatan itu harus dipertahankan sekuat tenaga. Kekuasaan harus dikejar dan diraih dengan segala cara. Dari cara halus hingga kasar. Jangan seperti para kepala sekolah di Lampung Tengah. Hanya direcoki dan ditegik para wartawan nakal saja sudah jiper lalu ramai-ramai mau mundur.

Jangan pula seperti para kepala  satker dan camat di Lampung Utara. Mereka juga mundur untuk alasan yang rasional, agak rasional, dan setengah aneh. Bagi orang Pekok seperti Mat Kodok, mundurnya para bawahan bupati itu bukan persoalan.

Mat Kodok tidak pernah ada urusan dengan maju mundurnya kabupaten. Yang penting baginya adalah bisa ngempanin anak istri dengan baik. Namun, bagi Bagus Gembus, mundurnya bawahan bupati yang seperti ‘bertubi-tubi’ dan rombongan itu jadi persoalan besar.

“Masa sih ada anak buah ramai-ramai mundur tanpa tersebab adanya persinggungan dengan bupati? Nah, ketika si A mau mundur. dengan enteng bupati mengizinkan. Kalau tiba-tiba separo anak buah bupati mundur, mungkin sang bupati juga akan tenang-tenang saja,” kata Bagus Gembus, suami pagi, di warung kopi Caca Marica Hehe.

“Berarti mundurnya mereka tidak cantik, dong?” tanya Parto Klete.

“Jelas! Apalagi mereka memamg bukan Syahrini…Kalau mereka Syahrini, maju mundur akan tetap cantik…” ujar Bagus Gembus.