Beranda News Komunitas Makmurkan Musala, Ratusan Biker Lampung Subuhan di Taman Gajah Lampung

Makmurkan Musala, Ratusan Biker Lampung Subuhan di Taman Gajah Lampung

361
BERBAGI

Herman Batin Mangku*

SUARA ratusan sepeda motor terdengar di Taman Gajah Lampung (Lampung Elephant Park) jelang fajar, Sabtu (25/2/2018). Mereka ingin memakmurkan musala di taman kota yang baru diresmikan Gubernur Ridho Ficardo, Jumat,  dua pekan lalu (9/2/2018).

Ratusan penggemar sepeda motor dari berbagai klub (bikers) yang tergabung dalam komunitas Bikers Subuhan memenuhi lantai dua mushola hingga luber keluar tempat ibadah yang berada di jantung Kota Bandarlampung itu.

Ruang terbuka hijau (RTH) yang jadi arena olahraga pagi, siang hingga malam menjadi tempat bermain dan rekreasi masyarakat, kini komunitas Bikers Subuhan ingin memakmurkan musholanya menjelang fajar.

Hary Kohar, koordinator Forum Masyarakat Transparansi Lampung (FMTL), mendukung visi Bikers Subuhan.

“Siapa lagi yang merawat taman kota kita jika bukan kita. Apalagi beraroma relejiusitas seperti yang dilakukan Bikers Subuhan,” ujanya.

Setelah solat, berdoa dan mendengarkan tausiah, para penggemar sepeda motor sarapan pagi bersama dengan nasi bungkus sambil mensyukuri keindahan taman kota yang baru ada sejak lahirnya Provinsi Lampung, 32 tahun lalu.

Mereka saling menyapa, bersilaturahmi, membahas soal ghiroh hijrah hingga pernak-pernik sepeda motor. Ratusan Bikers Subuhan ramai-ramai mengupload foto berlatar lukisan-lukisan tiga dimensi destinasi wisata Lampung di taman tersebut.

Belum puas berkumpul subuhan, beberapa bikers menjelajah jalan yang baru dibangun Gubernur Ridho Ficardo ke arah Teropong Bintang di Taman Hutan Kota (Tahura) Wan Abdul Rachman, tepi Kota Bandarlampung.

Sejak hampir setahun lalu, Bikers Subuhan solat subuh berjamaah dari masjid ke masjid setiap subuh akhir pekan. Mereka merencanakan akan solat subuh lagi di Taman Gajah Enggal pekan depan (31/1/2018).

“Mudah-mudahan, setiap akhir pekan, sekali sebulan, kami solat subuh di Taman Gajah Lampung” kata Sani Rizani, pelopor Bikers Subuhan. Dia berharap dari jantung Kota Bandarlampung dapat terus menyebarkan solat subuh berjamaah.

Bikers Subuhan siap jika diamanahkan mengelola Mushola Lampung Elephant Park, ujar koordinator Wilayah Sumatera Motor Antique Club Indonesia (MACI) itu. Selama ini, Biker Subuhan tak ada tempat khusus. Mereka solat subuh berjamaah dari masjid ke masjid.

Jika diamanahi Pemprov Lampung merawat Mushala Lampung Elephant Park, ketua Lampung Police Watch itu berharap dapat lebih menyebarkan virus solat subuh berjamaah.

“Insya Allah,” ujar kolektor HD, scooter, dan Binter Mercys ini.

Bikers Subuhan merupakan komunitas para penggemar sepeda motor dari berbagai klub sepeda motor yang program rutinnya solat subuh berjamaah, tausiah, hingga gotong royong membersihkan masjid.

Komunitas yang lahir dari Kota Bandarlampung telah menyebar hingga 16 kota, yakni Jogja, Aceh, Surabaya, Medan, Bekasi, Banten, Jakarta, Pringsewu, Tangerang, Samarinda, Balikpapan, Palembang, Tenggarong, Tasikmalaya, Kotamobagu, Malang.

Pada 13-15 April 2018, Bikers Subuhan akan berkumpul bersama MACI Lampung dalam even Tubablaaarrr, “ngeblaaar”, ngegas bareng ke Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar), Provinsi Lampung, dalam ranga HUT ke-25 MACI Lampung dan HUT Tubabar.

Ada yang unik dalam komunitas Bikers Subuhan. Setiap anggota komunitas ini dipanggil ketua. Mereka terbuka untuk siapapun bergabung dalam komunitas ini. Yang penting, setiap yang ingin bergabung bersedia solat subuh berjamaah di akhir pekan.

Komunitas ini juga punya yel-yel. Dengan komando takbir, semua akan spontan merespon Allohuakbar sambil jari telunjuk kanan mengacung ke atas, satu.

* Pengurus PWI Lampung dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Catatan: Pegiat komunitas di seluruh Indonesia bisa mengirimkan kegiatannya ke redaksi teraslampung: teraslampung@gmail.com atau Fanpage Facebook Teraslampung.

Berita kegiatan ditulis dalam bahasa bertutur (bercerita) disertai beberapa foto dalam file terpisah dengan ekstensi JPG atau JPEG.