Manfaat Puasa bagi Kesehatan Ditinjau dari Segi Sains

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Puasa menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.

Orang-orang yang berpuasa sebenarnya merupakan orang-orang yang pada saat awal puasa adalah orang yang sehat. Hal tersebut dapat diketahui karena di dalam Q.S Al-Baqarah ayat 185 terdapat potongan ayat yaitu “wa man kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar”.

Ayat tersebut mengandung arti boleh tidak berpuasa bagi orang-orang yang sedang sakit atau dalam perjalanan maka ia boleh untuk tidak berpuasa. Tetapi dikatakan dalam ayat tersebut ia harus mengganti pada hari lain sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Tentu yang dimaksud sakit disini adalah sakit yang tidak memungkinkan seseorang untuk berpuasa dan pihak yang berwenang untuk menentukan yaitu dokter.

Selama kita berpuasa ada tiga sistem didalam tubuh kita yang menjadi sehat atau bertambah sehat. Ada istilah sehat dan ada pula istilah bugar, dimana dua kata tersebut memiliki filosofi yang berbeda. Dari sakit kemudian sembuh atau normal kembali itu dinamakan sehat, sedangkan yang dinamakan bugar yaitu awalnya dalam keadaan sehat kemudian semakin bertambah sehat.

Selama berpuasa yang awalnya sudah sehat maka seharusnya selama satu bulan berpuasa akan semakin sehat atau dapat dikatakan bugar. Lantas apa saja tiga sistem yang disehatkan karena puasa? Pertama yaitu sistem pencernaan, kedua yaitu sistem peredaran darah dan ketiga yaitu sistem saraf.

Ketika berpuasa pastinya tubuh akan mendapatkan manfaatnya, manfaat puasa bagi kesehatan antara lain: gula darah turun, kolestrol jahat turun, kolestrol baik naik, tekanan darah turun, adiponektin naik.

Puasa dapat menurunkan kadar gula darah, kolestrol, dan mengendalikan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolestrol tinggi, kegemukan atau obesitas dan darah tinggi. Meskipun begitu, dalam puasa Ramadan kita tidak boleh berpuasa dengan tujuan tersebut.  Niat kita puasa Ramadan tetap meraih keridhaan Allah SWT. Tetapi pasti di dalam puasa ada hikmahnya.

Ketika berpuasa, ternyata tubuh melakukan peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) dan penurunan LDL (low Density Lipoprotein) yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut sehat bagi jantung dan pembuluh darah. Jika LDL memiliki jumlah yang terlalu banyak bisa membentuk plak atau Aterosklerosis pada permukaan pembuluh darah yang disebut di bagian tunika intima.

Ketika kita menahan lapar selama 8 jam, tubuh kita akan mengeluarkan suatu senyawa molekul yang bernama Adiponectin. Adiponectin ini akan mengatur, menstabilkan, menormalkan sistem metabolisme didalam tubuh kita terutama adalah gula dan lemak. Juga akan mendorong atau berkaitan dengan pembentukan adiposit atau sel lemak.  Adipogenesis atau pembentukan adiposit akan dihambat ketika tubuh kita menghasilkan adiponectin. Adiponectin ini tersekresi ketika kita menahan lapar kurang lebih atau minimal 8 jam dan ketika dia tersekresi dia akan memiliki dampak kesehatan melalui mekanisme menghambat pembentukan sel lemak didalam tubuh kita. Kemudian dapat menurunkan peradangan pada pembuluh darah, akan meningkatkan sensifitas insulin dan dapat menurunkan kadar trigliserida yang terdapat didalam hati.

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolestrol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Sebelum melaksanakan puasa sangat dianjurkan untuk bersahur, walaupun hanya meneguk seteguk air saja. Jenis makanan pada saat sahur diutamakan dipenuhi dengan serat, entah serat dari buah atau dari sayur contohnya yaitu kurma. Serat dibagi menjadi dua yaitu serat yang larut dalam air (Soluble Fiber) dan serat yang tidak larut dalam air (Insoluble Fiber). Contoh serat yang tidak larut air adalah selulosa dan serat yang larut air contohnya adalah pektin. Kurma termasuk dari jenis serat yang larut dalam air (Insoluble Fiber).

Jika kita memakan makanan yang mengandung banyak serat selulosa maka perut kita akan terasa begah atau sesak. Lain halnya jika kita memakan makanan yang larut dalam air seperti pektin yang contohnya dari buah pepaya dan kurma yang tidak menyebabkan perut kita terasa begah atau sesak. Jika kita memakan makanan yang mengandung serat pada saat sahur, akan bermanfaat bagi tubuh kita yaitu menjadi tidak mudah lapar.

Setelah seharian berpuasa yaitu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, pastinya kita melakukan kegiatan yang biasa disebut dengan berbuka puasa. Tubuh kita pada saat berbuka puasa membutuhkan sesuatu yang secepatnya dapat diubah menjadi energi yang melalui proses siklus oksidasi di mitokondria. Pada saat berbuka dianjurkan memakan makanan atau minuman yang manis karena memiliki manfaat untuk mengembalikan energi. Disarankan untuk makanan dan minuman manis dari jenis fluktosa bukan yang dari jenis glukosa.

Ada satu penyakit yang sering muncul pada saat penderitanya sedang melaksanakan puasa, penyakit yang dimaksudkan adalah maag. Maag sering menyerang perempuan daripada laki-laki, dengan kata lain maag banyak diderita oleh perempuan daripada laki-laki. Berdasarkan hasil studi epidemiologi yang dilakukan secara langsung pada populasi, responden menunjukkan bahwa perempuan lebih mudah terkena maag dibandingkan dengan laki-laki.

Lantas bagaimana cara penata pelaksanaan orang yang mempunyai maag dalam situasi ia sedang puasa? Pertama yaitu ketika sahur tidak boleh memakan jenis makanan atau sayur-sayuran yang pedas maupun asam dan termasuk juga ketika berbuka puasa. Kedua yaitu pada saat sahur dianjurkan meminum air yang ditambahkan satu sendok teh pati garut, ketika diminum pati garut tersebut akan membentuk lapisan.

Jadi sebelum makan sahur dianjurkan untuk mengkonsumsi satu gelas air hangat yang sebelumnya diberi pati garut. Kemudian setelah 10 menit pati garut tersebut akan membentuk seperti lendir pada permukaan perut tepatnya pada lapisan lambung, sehingga lambung akan siap menerima makanan yang akan dikonsumsi dan itu tidak merangsang adanya sekresi dari HCL atau asam lambung.

Selanjutnya juga bisa meminum air jahe dan sereh yang sangat bagus untuk para penderita maag. Kombinasi jahe dan sereh akan menjadi antibakteri dari bakteri yang ada di lambung (Helicobacter Pylori). Biasanya para penderita maag perutnya sedikit kembung kemudian susah bersendawa, dengan adanya kombinasi jahe dan sereh akan memudahkan penderita maag agar lebih mudah untuk bersendawa.***

Maharani Putri Pramesti, mahasiswa  Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

 

  • Bagikan