Beranda Teras Berita Mantan Bendahara Kejari Divonis Lima Tahun Penjara

Mantan Bendahara Kejari Divonis Lima Tahun Penjara

300
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungarang memvonis mantan bendahara khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Rika Aprilia (34), lima tahun penjara. Rika terbukti bersalah melakukan korupsi dana tilang dan dana Peneriman Negara Bukan Pajak (PNPB) di Kejaksaan Negeri Bandarlampung pada tahun 2013 senilai Rp1,4 miliar.

“Terdakswa  melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU No31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Rika Aprilia selama lima tahun dikurangi masa hukuman selama berada dalam tahanan,” kata ketua majelis hakim Nursiah saat bacakan putusannya, Selasa (26/8).

Selain hukuman badan, terdakwa Rika juga dikenakan denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan dan diwajibkan membayar uang pengganti  kerugian negara sekitar Rp1,4 miliar. “Jika dalam waktu satu bulan terdakwa Rika tidak bisa membayar UP, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Dan bila tidak mencukupi akan diganti dengan kurungan penjara selama dua tahun,” kata hakim Nursiah.

Menurut majelis hakim, terdakwa Rika terbukti unsur memperkaya diri sendiri dengan tidak menyetor semua penerimaan negara bukan pajak yang wajib disetor ke bank dalam 1×24 jam yang ternyata dilanggar oleh terdakwa. Terdakwa juga memalsukan tanda tangan teller bank dan stempel. Terdakwa membuat seolah-olah uang tersebut sudah disetorkan kepada kas negara. Terdakwa terbukti menyalahgunakan wewenangnya, yakni dengan memakai sebagian uang tersebut untuk keperluan pribadinya..

Vonis tersebut sama dengan  tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusna Adia pada persidangan sebelumnya. Atas putusan tersebut, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Usai sidang, kuasa hukum Rika, Yudi Yusnandi, mengaku kecewa dengan putusan tersebut. Pasalnya, kliennya dikenakan uang pengganti yang sama dengan tuntutan JPU sebesar Rp1,4 miliar. “Sudah diberi hukuman tinggi, kok uang penggantinya juga sama dengan tuntutan,” kata dia.

Ia menjelaskan, dalam nota pembelaan, terdakwa tidak menggunakan uang hasil korupsi tersebut seluruhnya, karena masih ada orang lain yang menikmatinya.” Kami masih akan pikir-pikir dulu untuk mengambil langkah berikutnya, itukan sudah keputusan Hakim,” kataYudi.

Rika yang dalam persidanga mengenakan pakaian bermotif polkadot hitam putih tampak tenang saat mendengarkan pembacaan vonis. Bahkan, sidang putusan tersebut dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan fakultas Hukum Unila.

Loading...