Beranda Hukum Korupsi Mantan Bupati Mesuji Khamami Dituntut Delapan Tahun Penjara

Mantan Bupati Mesuji Khamami Dituntut Delapan Tahun Penjara

2140
BERBAGI
Khamami (kanan) menunduk lesu di samping adiknya, Wawan, pada sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 15 Agustus 2019.
Khamami (kanan) menunduk lesu di samping adiknya, Wawan, pada sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 15 Agustus 2019.

TERASLAMPUNG.COM– Mantan Bupati Mesuji Khamamik dituntut 8 tahun penjara subsider lima bulan dan denda Rp300 juta dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Mesuji. Tuntutan dibacakan oleh tiga jaksa KPK secara bergantian pada sidang Tipikor di PN Tanjungkarang, Kamis (15/8/2019).

BACA: Khamami Ngotot Pencairan Uang Proyek Sesuai Prosedur

Menurut jaksa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 1 ayat (2) Undang Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang PerubahanUndang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam tuntutan jaksa, terdakwa dituntut delapan tahun penjara dengan pertimbangan sebagai seorang bupati seharusnya terdakwa aktif mencegah korupsi di daerahnya tapi ini malahan melakukan korupsi.

“Hal yang menjadi pertimbangan dalam memberikan tuntutan karena terdakwa dalam sidang tetap tidak mengakui perbuatannya meskipun sudah ada saksinya,” kata Jaksa Wawan saat memberikan keterangan pada wartawan usai sidang.

Selama sidang berlangsung, Khamami yang menggunakan baju batik warna hijau hanya tertunduk lesu.

Soal uang suap, Jaksa Wawan menjelaskan bahwa disebut uang suap tidak harus diterima langsung dan tidak harus dipegang secara fisik. Tetapi cukup untuk kepentingan dia atau terdakwa itu sudah selesai ( sudah ada janji untuk memberikan uang itu sudah termasuk suap).

BACA: Khamami Bantah Setor Uang kepada Pejabat Polda Lampung

Sementara itu, Khamamik mengaku kecewa dengan tuntutan delapan tahun penjara yang diberikan jaksa.

“Saya kecewa dengan tuntutan delapan tahun penjara ini. Karena saya merasa tidak bersalah karena uang suap Rp200 juta itu belum saya terima. Kan uang suap itu belum saya terima, baru akan diberikan,” jelas Khamamik .

Mas Alina Arifin

Loading...