Mantan Kapolda Lampung Dilantik Sebagai Kepala BNN

Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Heru Winarko yang baru dilantiknya sebagai Kepala BNN, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018. Foto: Sekkab
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM Mantan Kapolda Lampung Inspektur Jendeeral Pol Heru Winarko dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.

Irjen Heru Winarko menggantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Budi Waseso (Buwas) yang memasuki masa pensiun sejak 1 Maret 2018.

Irjen Pol. Heru Winarko adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Setelah menjabat Kapolda Lampung, Heru bertugas di Direktorat Ekonomi Khusus Mabes Polri, kemudian dipercaya sebagau Direktur Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, lalu menjadi  Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat menjabat Kapolda Lampung, Heru Winarko dikenal dengan programnya yang diberi nama Rembuk Pekon. Saat itu Heru mengatakan Rembuk Pekon adalah upaya Polda Lampung untuk meminmalkan konflik.

Pelantikan Heru Winarko sebagai Kepala BNN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 14/M/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNN tertanggal 28 Februari 2018.

Saat dilantik Presiden Jokowi, Heru bersumpah akan setia dan taat kepada UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti kepada bangsa dan negara.

“Saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan rasa penuh tanggung jawab. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kekuatan dalam menjalankan amanah,” ucap Heru.

Hadir pada pelantikan tersebut, antara lain,  Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto., Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PANRB Asman Abnur, Menhub Budi K. Sumadi, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Jaksa Agung Prasteyo.