Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Mapas! Dokter Spesialias Bedah Syaraf Hengkang dari Lampung Utara

Mapas! Dokter Spesialias Bedah Syaraf Hengkang dari Lampung Utara

1570
BERBAGI
RSU Ryacudu Kotabumi.

‎Feaby Handana/Teraslampung.com

RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara (ilustrasi)

Kotabumi–AG, seorang dokter spesialis syaraf yang pendidikannya diduga dibiayai oleh Pemkab Lampung Utara dikabarkan akan mengikuti jejak tiga rekannya yang telah terlebih dahulu hengkang. Kabar akan hengkangnya AG ini merupakan efek domino dari ketidaktegasan Pemkab dalam menyelesaikan perkara – perkara dokter wanprestasi yang berujung pada kekurangan tenaga dokter spesialis di wilayahnya.

Asisten I Sekretaris Kabupaten Lampura, Yuzar membenarkan pihaknya telah menerima usulan pindah dari yang bersangkutan. Sayangnya, Yuzar mengaku ‎tak mengetahui apakah AG termasuk dokter spesialis yang disekolahkan menggunakan anggaran daerah atau tidak. (Baca: Ekeskutif Diminta Tegas Terkait Dua Dokter Wanprestasi).

Yuzar hanya mengatakan usulan pindah yang diajukan oleh yang bersangkutan sedang dipertimbangkan oleh Pemkab. AG diketahui berniat hengkang ke Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami sedang mengkaji usulan pindah dari yang bersangkutan,” kata dia, baru – baru ini.

Menurut Yuzar, pihaknya terpaksa mempertimbangkan masak – masak pengajuan usulan pindah yang bersangkutan lantaran peralatan yang dibutuhkan oleh AG belum tersedia. Sementara Pemkab belum sanggup menyediakan peralatan yang dibutuhkan tersebut terbilang sangat tinggi mencapai Rp15 miliar. Oleh karenanya, pihaknya terpaksa mempertimbangkan tiga pilihan menyikapi usulan pindah itu. (Baca: Kasus Dokter Wanprestrasi, Pemkab Lampung Utara Diminta Transparan).

“Pilihan pertama, AG ditugaskan ke Provinsi lain, kalau kita sudah mampu, kita tarik lagi‎. Kedua, dia (AG,red) diizinkan pindah ke sana‎ (Sumatera Selatan,red). Ketiga, kita menyediakan alat – alat itu,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Prasetyo Heri Hernawan menampik bahwa pendidikan spesialis AG bersumber dari anggaran daerah. Ia tetap bersikeras bahwa AG menggunakan biaya pribadi, meski disampaikan bahwa yang bersangkutan merupakan salah satu dokter yang mendapat tugas belajar dari Pemkab Lampung Utara. (Baca:  Uang Pengembalian Dokter Wanprestasi Sebesar Rp 300-an Juta Diduga ada Yang Menilap).

“Dia pakai uang pribadi kok saat menempuh pendidikan spesialisnya,”‎ kata dia.