Beranda Teras Berita Mapas! Remaja Sedang Hamil Empat Bulan Jadi Otak Pembegalan

Mapas! Remaja Sedang Hamil Empat Bulan Jadi Otak Pembegalan

181
BERBAGI
Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong saat mengintrogasi tersangka Ika alias Eneng, otak pembegalan, Jumat (8/1/2016).

Salah Satu Pembegal adalah Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Lampung



Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polda Lampung, meringkus enam orang komplotan pelaku begal. Polisi menangkap para tersangka di rumahnya masing-masing, pada Rabu (6/1/2016) lalu sekitar pukul 03.00 WIB. Otak komplotan begal itu adalah seorang remaja berusia 19 tahun yang sedang hamil 8 bulan.

Para tersangka yang ditangkap adalah, Heru (21) mahasiswa perguruan tinggi negeri bilangan Rajabasa Bandarlampung; Rudi Saputra (19), Fery Syaputra (22), Hamidun (22). Keempatnya merupakan warga Rajabasa, Bandarlampung.

Lalu tersangka Mita Apriliani (25) warga Jalan Ikan Kembung,  Kelurahan Pesawaha, dan Ika Heriawati alias Eneng (19) warga Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Barat.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengatakan, para tersangka melakukan pembegalan sepeda motor milik korban Saleh (56),  warga Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung. Aksi pembegalan tersebut terjadi, di Jalan Soekarno Hatta,
Rajabasa Raya, pada malam perayaan tahun baru, Kamis (31/12/2015) lalu sekitar pukul 00.30 WIB.

“Otak dari komplotan begal ini adalah, tersangka Ika Heriawati alias Eneng yang kondisinya sedang hamil empat bulan,”kata Edward kepada wartawan, Jumat (8/1/2015).

Menurutnya, saat beraksi, komplotan begal tersebut memukul korbannya hingga terjatuh. Lalu para tersangka, merampas sepeda motor Yamaha Mio milik Saleh.

Dari penangkapan para tersangka, Kata Edward, petugas menyita dua unit sepeda motor Yamaha Mio warna biru. Satu unit motor yang disita adalah milik korban, lalu satu unit motor lagi milik tersangka yang digunakan saat melakukan pembegalan.

Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengutarakan, modus pembegalan yang dilakukan komplotan Eneng CS, awalnya Eneng bersama Mita berpura-pura mengajak jalan korban Saleh. Kemudian ketiganya pergi bersama boncengan bertiga, korban Saleh yang mengendarai sepeda motor.

Diperjalanan, lanjut Edward, tersangka Meta menghubungi tersangka Heru, mantan kekasihnya yang berstatus mahasiswa untuk membegal korban ditempat yang sudah ditentukan. Setelah itu, Heru mengajak tiga temannya, Rudi, Fery dan Hamidun.

“Saat bertemu korban, Heru Cs langsung menghandang ditengah jalan dan memukuli korban lalu motor korban dirampas. Motor hasil pembegalan dijual sebesar Rp 2,5 juta, uangnya dibagi rata oleh para tersangka,”terangnya.

Dikatakannya, terungkapnya kasus pembegalan tersebut atas laporan korban Saleh yang tertuang dengan nomor laporan, LP/B-1595/XI/2015/LPG/RESTA BALM/SEK KDT pada tanggal 31 Desember
2015.


BACA: Ini Alasan Eneng Jadi Otak Pembegalan Saleh

Berbekal  laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Alhasil, petugas dapat menangkap tersangka Mita dan Ika alias Eneng. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari keterangan kedua tersangka ada tersangka lain yang ikut terlibat dalam pembegalantersebut.

“Mendapat informasi itu, petugas kemudian menangkap tersangka begal lainnya. Yakni  Heru, Rudi Saputra, Hamidun dan Fery Saputra. Para tersangka ditangkap dirumahnya masing-asing”ungkapnya.

Loading...