Beranda Headline Mapas! Tiga Ton Daging Celeng Gagal Diselundupkan Lewat Pelabuhan Panjang

Mapas! Tiga Ton Daging Celeng Gagal Diselundupkan Lewat Pelabuhan Panjang

492
BERBAGI
Kepala KSKP Panjang, Iptu Ferdiansyah saat menunjukkan barang bukti daging celeng yang disita di Markas KSKP Pelabuhan Panjang, Kamis (9/3/2017)
Kepala KSKP Panjang, Iptu Ferdiansyah saat menunjukkan barang bukti daging celeng yang disita di Markas KSKP Pelabuhan Panjang, Kamis (9/3/2017)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Panjang, berhasil menggagalkan penyelundupan 3 ton daging celeng (babi hutan) dari kendaraan truk kol disel  warna hijau nomor polisi BE 8426 KC, Kamis (9/3/2017), sekitar pukul 08.30 WIB.

Daging celeng tersebut, akan dibawa ke Jakarta melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Priok.

Polisi juga menangkap dua orang yang membawa daging celeng tersebut, Julihar Aritonang (38) warga Jalan PT Adel, Kelurahan Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis Riau dan Andilaw (26) warga RT 002 Desa Bakauheni, Lampung Selatan.

Kepala Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan Panjang (KSKP), Iptu Ferdiansyah, mengatakan pengungkapan 3 ton daging celeng (babi hutan) tersebut, hasil giat rutin yang dilakukan pihaknya sebagai antisipasi masuknya kendaraan, orang dan barang-barang terlarang di Pelahuhan Panjang yang akan melakukan penyeberangan melalui jalur tol laut di Pelabuhan Panjang.

“Mobil truk yang dikemudikan Julihar dan Andilaw itu, membawa daging celeng berasal dari Jambi. Daging celeng tersebut, akan dibawa ke Jakarta menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok,”ujarnya, Kamis (9/3/2017).

Dikatakannya, pengungkapan daging celeng ilegal tersebut, saat pihaknya melakukan razia di depan pintu masuk Pelabuhan Panjang. Petugas mencurigai salah satu kendaraan truk colt diesel BE 8426 KC, yang dikemudian dengan Julihar Aritonang dan Andilaw. Mereka akan melakukan penyeberangan, melalui jalur tol laut di Pelabuhan Panjang.

BACA:  Dalam Tiga Bulan Dua Pria Ini Selundupkan 15 Ton Daging Celeng ke Jakarta

“Saat diperiksa, kendaraan tersebut menggunakan plat nomor palsu yang tidak sesuai dengan surat kendaraan STNK. Sedangkan plat asli mobil itu, adalah BE 9877 LI,”ungkapnya.

Kemudian, petugas memeriksa barang angkutan yang ada di dalam mobil truk tersebut. Saat diperiksa, muatan mobil truk tersebut berisi daging celeng (babi hutan) kurang lebih sebanyak 3 ton. Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Karantina Tumbuhan dan Hewan.

Mantan Kanit Jatanras Polda Lampung ini mengutarakan, hasil pemeriksaan 3 ton daging celeng tersebut, adalah ilegal karena tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Daging celeng itu, akan dibawa kedua tersangka kepada pengepulnya yang ada di Jakarta.

Untuk mengelebaui petugas, kata Ferdiansyah, modusnya, tersangka mengganti plat kendaraan Lampung dengan plat Riau saat akan masuk ke Pelabuhan. Selain itu juga, bodi bak mobil truk, sudah dimodifikasi dilapisi lempengan plat tebal agar darah atau air tidak mengalir disela-sela bak truk.

“Penangkapan kedua tersangka ini, merupakan sudah menjadi target operasi (TO). Kedua tersangka sudah lima kali membawa daging celeng tersebut, dua kali pengiriman melalui Pelabuhan Panjang, dan tiga kali di Pelabuhan Bakauheni,”terangnya.

Menurutnya, pemeriksaan ini akan terus dilakukan meski secara manual, karena Pelabuhan Panjang ini menjadi pintu masuk dari Pulau Jawa menuju Sumatera begitu juga sebaliknya.

Loading...